Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 Maret 2024 | 21.15 WIB

Musim Hujan Berkepanjangan Meski Sudah Memasuki Bulan Maret, BRIN Jelaskan Penyebabnya

Ilustrasi - Sejumlah pengendara, menerobos lebatnya hujan di Pamekasan, Madura, Jawa Timur. (FOTO ANTARA/Saiful Bahri/pd/pri) - Image

Ilustrasi - Sejumlah pengendara, menerobos lebatnya hujan di Pamekasan, Madura, Jawa Timur. (FOTO ANTARA/Saiful Bahri/pd/pri)

 
JawaPos.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengatakan hujan mengalami perpanjangan di Pulau Jawa dan belum ada tanda-tanda berakhir meski sekarang sudah memasuki awal bulan Maret.

Periset Iklim dan Atmosfer BRIN Erma Yulihastin dikutip dari ANTARA pada Jumat (1/3), mengatakan hujan persisten yang turun dengan intensitas sedang bahkan ekstrem di Jawa tidak dipengaruhi oleh aktivitas gelombang atmosfer.

"Selama Februari tidak ada bukti penjalaran kelembapan dari arah timur maupun barat menuju pulau Jawa," ujarnya.
 
Baca Juga: Prediksi Bhayangkara FC vs Madura United, Mengusung Misi 3 Angka di Stadion PTIK

Erma mengatakan hujan juga tidak terbentuk karena angin skala luas yang umumnya dibentuk dari garis Zona Konvergensi Antar Tropis atau daerah konvergensi antar tropis.

Kondisi itu menandakan tidak ada faktor global dan remote forcing yang berperan signifikan dalam pembentukan hujan. Kemudian penyebab hujan adalah forcing local yang berasal dari memanasnya suhu permukaan laut baik di Laut Jawa maupun Samudra Hindia sebeleah selatan Jawa.

"Pemanasan suhu permukaan laut berperan penting dalam menciptakan Oceanic Convection System yang masif dan akseleratif," tambahnya

Lebih lanjut dia menyampaikan dalam kondisi angin dari utara yang mengalami penguatan, sistem koveksi yang masif dan terjadi meluas di lanjut dapat dengan cepat masuk ke darat dan bergabung dengan konveksi di atas darat efek orografis.
 
Baca Juga: Kecelakaan Truk di Tol Waru Sidoarjo Sebabkan Kemacetan Panjang, Berikut Kronologinya

Fenomena itulah kata dia yang membuat hujan menjadi semakin meluas, bahkan cenderung ekstrem.

Konveksi laut dapat terbentuk setiap hari oleh pemanasan suhu muka laut, sehingga menaburkan garam di atas lautan akan memperparah dan mempercepat sistem hujan yang terbentuk di atas laut, sementara hujan telah siap berpindah menuju darat.

Erma berpesan untuk memperbaiki sistem drainase agar tidak terjadi banjir dan membuat sistem peringatan dini.

"Modifikasi cuaca termasuk bagian dari usaha yang dampaknya diluar kontrol kita," pungkasnya.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore