Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 12 April 2025 | 23.33 WIB

Cara Menghadapi Orang Manipulatif, Menurut Psikologi

Ini Cara yang Benar Menghadapi Orang Manipulatif, Menurut Psikologi (stockking/Freepik) - Image

Ini Cara yang Benar Menghadapi Orang Manipulatif, Menurut Psikologi (stockking/Freepik)

 

JawaPos.com - Merasa lelah dengan sikap atau perilaku seseorang? Bagi sebagian orang, ini mungkin sering kali terjadi tanpa tahu apa yang menjadi penyebabnya.

Namun secara psikologis hal ini menjadi tanda-tanda bahwa kamu sedang berhadapan dengan seseorang dengan sikap manipulatif.

Ya, apabila kamu sering ngalamin hal tersebut, ini bisa jadi pertanda bahwa kamu sedang berhadapan dengan orang yang manipulatif.

Parahnya, banyak dari kita tidak sadar, karena mereka pinter nyembunyiinnya perannya melalui kalimat manis, perhatian, atau rasa kasihan.

Tentunya, menghadapi orang manipulatif nggak bisa asal ‘lawan balik’, sebab mereka bisa aja memutarbalikkan fakta yang ada.

Nah, berikut ini cara yang benar dan sehat menurut psikologi dalam menghadapi manipulasi dari seseorang:

1. Kenali tanda-tandanya dulu

Dilansir dari Mind Tools, langkah pertama adalah sadar. Orang manipulatif sering pakai cara seperti guilt-tripping (bikin kamu merasa bersalah), gaslighting (bikin kamu ragu sama perasaanmu sendiri), atau silent treatment (diam tanpa alasan buat menghukum kamu). 

Kalau kamu mulai sering merasa bingung, bersalah tanpa sebab, atau merasa kayak harus “berjalan di atas telur” saat bareng dia, bisa jadi itu sinyal awal.

2. Tegaskan batasan pribadi

Dilansir dari Verywell Health, orang manipulatif biasanya akan mendorong atau bahkan melewati batas kamu. Jadi, penting banget untuk punya batasan yang jelas. Contohnya, kalau kamu nggak nyaman diminta sesuatu, jangan takut bilang “tidak.” Tegas bukan berarti kasar, itu bentuk perlindungan diri.

3. Jangan langsung bereaksi emosional

Mereka sering kali mengandalkan reaksi emosimu untuk mengambil kontrol. Coba ambil jeda, tarik napas, dan jangan terpancing untuk langsung marah atau defensif. Semakin kamu tenang, semakin mereka kehilangan “kendali.”

4. Gunakan komunikasi yang jelas dan langsung

Hindari kalimat berputar-putar. Katakan dengan jelas perasaan dan batasanmu. Misalnya, “Aku nggak nyaman kalau kamu terus nyalahin aku untuk hal yang sebenarnya bukan tanggung jawabku.”

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore