
Maziah (35), Kepala Juru Masak MBG di SPPG Kebayoran Lama, Jakarta Selatan/(Dimas Choirul/Jawapos.com).
JawaPos.com — Di balik ribuan kotak makan bergizi gratis (MBG) yang setiap pagi tiba di sejumlah sekolah wilayah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, ada sosok penting yang luput dari perhatian. Dia adalah Maziah, Kepala Juru Masak MBG di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Wanita berusia 35 tahun itu bukanlah mantan chef hotel berbintang. Sebelum bergabung di SPPG Kebayoran Lama, ia hanyalah ibu rumah tangga biasa yang sesekali membantu keluarga memasak dalam hajatan. Pengalamannya meracik masakan porsi besar perlahan membentuk keterampilannya. Bahkan, ia sempat membuka usaha catering kecil-kecilan dari rumah. “Kebetulan keluarga saya memang dari dulu suka masak di hajatan. Dari situ saya belajar sedikit demi sedikit,” kenangnya.
Kesempatan itu datang ketika informasi pembukaan lowongan relawan SPPG Kebayoran Lama disampaikan warga sekitar. Tinggal tak jauh dari lokasi dapur, Maziah memberanikan diri melamar. “Saya langsung ngelamar di bagian pengolahan, sesuai kemampuan saya. Alhamdulillah diterima,” katanya.
Delapan bulan sudah Maziah memimpin tim juru masak yang setiap hari memproduksi 4.000 porsi makanan untuk 20 sekolah dan dua posyandu. Tantangan terbesar baginya bukan sekadar memasak dalam porsi besar, melainkan bagaimana memastikan menu variatif tetap terjaga kualitasnya.
“Kalau menunya yang biasa dimasak, itu lebih gampang. Tapi kalau ada menu baru, seperti spageti atau burger, itu harus dipelajari dulu. Jadi tantangan, tapi sekaligus jadi pembelajaran,” ujar Maziah.
Meski begitu, kepuasan terbesar datang saat ia melihat hasil masakannya ludes disantap anak-anak sekolah. “Kebanggaan banget bisa masak 4.000 porsi habis. Sampai sekarang belum pernah ada review negatif dari sekolah. Itu bikin bahagia,” ucapnya tersenyum.
Di balik kesibukan mengatur dapur, Maziah tetap seorang ibu bagi tiga anaknya—dua sudah sekolah, satu masih balita. Suaminya bekerja di restoran bagian minuman, sementara dirinya kini ikut menopang ekonomi keluarga. “Sekarang alhamdulillah bisa bantu suami cari rezeki. Paling penting buat pendidikan anak-anak, semoga bisa sampai kuliah,” harapnya.
Bagi Maziah, program MBG bukan hanya soal menyajikan makanan sehat, melainkan juga membuka ruang bagi ibu rumah tangga sepertinya untuk berdaya. “Harapannya program ini bisa terus berjalan sampai lima tahun ke depan, bahkan lebih lama lagi,” katanya.
Sementara itu, Kepala SPPG Kebayoran Lama, Yudhawira B. Sembiring, menuturkan sejak beroperasi pada 19 Februari 2025, dapur ini melibatkan 50 orang, terdiri dari 47 relawan dan 3 pegawai Badan Gizi Nasional (BGN). “Sejauh ini tidak ada kendala berarti. Hanya saja beban kerja memang cukup berat sehingga ada relawan yang keluar masuk,” jelasnya.
Ia menambahkan, evaluasi lebih ditekankan pada pengawasan harian. “Ada pemantauan 24 jam dari pegawai BGN yang ditugaskan di lapangan. Tujuannya untuk meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan,” tandasnya.
Perluas Jangkauan
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) berkomitmen memperluas jangkauan MBG ke daerah lain. Program ini dirancang agar siswa di berbagai wilayah mendapat akses makanan sehat yang setara.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan kolaborasi dengan platform digital akan mempercepat distribusi makanan. Kemkomdigi siap menjadi penghubung agar sinergi ini berdampak nyata bagi masyarakat.
“Kementerian Komdigi siap menjadi penghubung untuk mendorong sinergi antara platform digital dan ekosistem kami, sehingga program ini dapat menyasar daerah-daerah yang membutuhkan,” ujar Meutya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
