
Pakar telematika Roy Suryo dan dua rekannya usai menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka dalam kasus dugaan tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (13/11/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Polda Metro Jaya mempersilakan pakar telematika Roy Suryo dan rekan-rekannya untuk menempuh jalur hukum jika tidak puas dengan penetapan status tersangka dalam kasus dugaan tuduhan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).
Pihak kepolisian menegaskan bahwa prosedur hukum telah dijalankan sesuai aturan, termasuk melakukan gelar perkara khusus. Namun, jika pihak tersangka merasa keberatan, mekanisme praperadilan tetap terbuka lebar.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari transparansi penyidikan. Ia mempersilakan tim hukum Roy Suryo untuk melakukan pengujian atas kinerja penyidik di pengadilan.
"Terhadap penetapan tersangka yang sudah kami lakukan, apabila para tersangka atau kuasa hukum keberatan maka dipersilahkan untuk melakukan pengujian melalui mekanisme praperadilan sebagaimana yang sudah diatur dalam KUHAP," kata Iman di Mapolda Metro Jaya, Kamis (18/12).
Pernyataan ini muncul menyusul protes dari pihak tersangka yang meragukan bukti-bukti yang dihadirkan polisi selama proses gelar perkara.
Di sisi lain, Roy Suryo secara terbuka menyatakan ketidakterimaannya atas bukti yang ditunjukkan penyidik. Mantan Menpora ini tetap pada pendiriannya bahwa ijazah milik Jokowi perlu dipertanyakan keabsahannya.
"Kami akhirnya sama seperti klaster satu dipertunjukkan sebuah barang yang diklaim asli katanya, ijazah analog milik saudara Jokowi," ujar Roy Suryo.
Ketidakpuasan inilah yang memicu polisi untuk mendorong penggunaan jalur praperadilan agar perdebatan hukum dapat diselesaikan secara resmi di meja hijau.
Dalam kasus ini, Polda Metro Jaya telah menetapkan total delapan orang tersangka yang terbagi ke dalam dua kelompok besar (klaster):
- Eggi Sudjana (ES)
- Kurnia Tri Rohyani (KTR)
- M. Rizal Fadillah (MRF)
- Rustam Effendi (RE)
- Damai Hari Lubis (DHL)
- Roy Suryo (RS)

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
