Ilustrasi: NU
JawaPos.com - Forum Bahtsul Masail para Kiai se-Jawa Barat dan DKI Jakarta mendesak agar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) segera menggelar muktamar untuk menyelesaikan sejumlah persoalan internal. Muktamar dianggap menjadi solusi agar nama baik NU bisa dipulihkan.
Forum Bahtsul Masail kiai Jawa Barat dan DKI Jakarta pada dihadiri oleh sejumlah kiai seperti Muhammad Shofy, Ahmad Ashif Shofiyullah, Nanang Umar Faruq, Ghufron, Abdul Muiz Syaerozi, Jamaluddin Muhammad, Ahmad Baiquni, Mukti Ali, Muchlis, Asnawi Ridwan, Roland Gunawan, Muhammad Sirojuddin, Khozinatul Asror, dan lain sebagainya. Forum digelar di Pondok Pesantren Kempek Cirebon, Jawa Barat.
“Para kiai menyuarakan percepatan Muktamar, tujuannya agar NU lepas dari jaringan zionisme dan keluar dari lingkaran setan korupsi yang sedang ditangani KPK dari beberapa oknum petinggi PBNU dan nama baik NU segera pulih kembali dengan cepat. Percepatan muktamar dibahas dengan menggunakan narasi argumentasi keagamaan,” kata Pengasuh Pesantren Kempek, Kiai Muhammad Shofi Bin Mustofa Aqiel, Rabu (21/1).
Shofi menjelaskan, dalam fiqih telah dijelaskan bahwa mencegah kerusakan harus diprioritaskan. Muktamar dianggap dianggap sebagai jalan tengah menyelesaikan persoalan panas di internal PBNU belakangan ini.
Menurutnya, organisasi PBNU saat ini tidak berjalan dengan maksimal setelah diberhentikannya Yahya Cholil Staquf sebagai ketua umum oleh Rais Aam dan Syuriah. Dari pemecetan ini menimbulkan dualisme kepemimpinan antara syuriyah dan tanfidziyah, di mana masing-masing mengklaim memiliki legitimasi dan sah secara hukum (AD ART).
“Saat ini ada dua Ketum yaitu KH. Zulfa Musthofa PJ Ketum PBNU menggantikan Gus Yahya dan Gus Yahya sendiri yang masih mengkalim dirinya sebagai Ketum PBNU. Kalau ini terus dibiarkan, maka ini tidak sehat bagi keberlangsungan organisasi,” imbuhnya.
Ketiga, terjadinya perpecahan dan polarisasi atau keterbelahan sosial di tengah warga NU. Kondisi ini nampak jelas di media sosial.
Keempat, kepengurusan PBNU saat ini dianggap telah kehilangan legitimasi. “Di samping itu Gus Yahya secara de jure sudah dipecat secara tidak terhormat oleh Rois Aam dan Suriyah PBNU,” jelasnya.
Kelima, perlunya pembenahan terhadap organisasi NU secara keseluruhan. Kepemimpinan harus dikembalikan lagi kepada tujuan utama NU.
“Intinya, PBNU sebagai sebuah organisasi perlu direset ulang, dengan diisi oleh orang-orang yang memiliki kredibilitas, kapabilitas, integritas, moralitas, dan kapasitas keulamaan,” pungkas Shofy.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022