Logo JawaPos
Author avatar - Image
25 Maret 2026, 05.07 WIB

One Way Nasional Mulai Diberlakukan, Jasa Raharja Ingatkan Pemudik Utamakan Keselamatan

Sejumlah pemangku kepentingan terkait membuka one way nasional periode arus balik lebaran 2026. (Istimewa) - Image

Sejumlah pemangku kepentingan terkait membuka one way nasional periode arus balik lebaran 2026. (Istimewa)

 
JawaPos.com - Rekayasa lalu lintas berupa one way nasional telah diberlakukan dari KM 414 Kalikangkung sampai dengan KM 70 Cikatama. Diskresi ini untuk mengurai kepadatan kendaraan pada periode arus balik lebaran 2026.
 
Langkah ini juga sebagai usaha pemerintah meningkatkan aspek keselamatan pengendara di jalan. Diharapkan  agar angka kecelakaan lalu lintas tidak meningkat. 
 
“Manajemen arus balik ditujukan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, mengurai kepadatan lalu lintas, dan dengan tetap menjaga keselamatan serta kenyamanan para pengendara selama perjalanan. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak terkait yang telah bekerja keras. Ini adalah bagian dari inovasi kita untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Menko PMK Pratikno, Selasa (24/3). 
 
Pemerintah terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam pengelolaan arus mudik dan balik Idul Fitri 2026, baik melalui rekayasa lalu lintas maupun penyediaan berbagai fasilitas pendukung bagi masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. Menurutnya, langkah yang diambil bertujuan untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan pemudik.  
 
 
“Masyarakat yang melaksanakan balik kami harapkan untuk tetap menjaga keamanan dan keselamatan. Oleh karena itu, manfaatkan seluruh fasilitas yang diberikan oleh pemerintah, seperti fasilitas rest area dan pos pelayanan terpadu untuk beristirahat. Masyarakat juga dapat memanfaatkan fasilitas di kereta api, yang menjadi salah satu pilihan ternyaman," ucap Sigit.
 
Kapolri juga menekankan kepada masyarakat agar memanfaatkan kebijakan work from anywhere (WFA). Sehingga gelombang mudik tidak bertumpuk pada satu waktu.
 
Sementara, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memberi perhatian khusus kepada rest area sebagai fasilitas penunjang di sepanjang jalur tol arus balik, khususnya di titik-titik yang berpotensi mengalami kepadatan. Ia menjelaskan, 
 
“Ada beberapa rest area yang diberlakukan buka tutup, yaitu rest area 62B dan 52B, dengan harapan supaya tidak terjadi kepadatan seperti yang terjadi pada arus mudik tanggal 18 Maret lalu," kata Dudy.
 
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin mengatakan, tren keselamatan selama periode mudik tahun ini menunjukkan perbaikan. Jumlah kecelakaan tercatat mengalami penurunan.
 
“Berdasarkan data bersama Korlantas Polri periode 13–23 Maret, terjadi penurunan jumlah kecelakaan sekitar 2%, dari 2.397 menjadi 2.349 kejadian. Yang paling signifikan adalah penurunan korban meninggal dunia hingga 27%, dari 294 menjadi 213 korban. Ini menunjukkan hasil kolaborasi seluruh stakeholder dalam meningkatkan keselamatan transportasi,” ujar Awaluddin.
 
Ia menambahkan bahwa hingga 23 Maret 2026, Jasa Raharja telah menyalurkan santunan sebesar Rp 10,45 miliar kepada korban kecelakaan dengan mengedepankan program Zero Pending Claim. Program ini memastikan proses santunan berjalan cepat, tepat, dan transparan sebagai bagian dari komitmen asuransi kecelakaan Jasa Raharja dalam memberikan pelayanan sepenuh hati. 
 
“Keselamatan adalah prioritas utama. Lebih baik tiba sedikit lebih lama tapi selamat, daripada terburu-buru dan berisiko mengalami kecelakaan,” tutupnya. 
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore