Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang/(Istimewa).
JawaPos.com – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang mengungkapkan adanya dinamika di lapangan, termasuk indikasi persaingan antar dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memperebutkan penerima manfaat (PM).
“Tapi kalau misalnya, ya ada juga persaingan persaingan antar dapur gitu Mbak. Ini ternyata ada loh sekolah-sekolah ini karena ada ternyata mau direbut nih PM-nya (Penerima Manfaat) oleh dapur lain, sehingga dia ngomong ‘Ni jelek nih dari dapur ini’ gitu. Eh sekarang yang terjadi seperti itu juga banyak,” ungkap Nanik dalam sebuah Talkshow di televisi, Rabu (25/3).
BGN menegaskan akan terus memperketat pengawasan dan menerapkan sanksi tegas kepada dapur yang tidak menjalankan standar operasional.
“Makanya kita keras supaya tidak muncul hal itu tuh harus menjalankan juknis, harus menjalankan SOP masaknya harus bener. Kalau masaknya terlalu cepat kan pasti kejadian basi ini, negara yang dirugikan iya kan? Nah kenapa karena negara dirugikan ya kita suspend mereka,” ujarnya.
Menurut Nanik, sejumlah dapur disuspend karena belum memenuhi berbagai persyaratan penting, mulai dari kualitas menu hingga kepatuhan terhadap instruksi teknis yang telah ditetapkan, terutama pascakejadian luar biasa (KLB) yang sempat terjadi sebelumnya.
“Jadi selain karena dia menunya tidak bagus, bisa jadi dia belum menjalankan apa yang kita instruksikan. Kan setelah kejadian bulan September lalu banyak KLB (Kejadian Luar Biasa) ya, banyak kejadian luar biasa itu kemudian kita misalnya mewajibkan SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi). Ternyata mereka mendaftar saja enggak. Kalau mendaftar saja enggak gimana mau diproses?” jelasnya.
Ia menambahkan, sejumlah kewajiban teknis lain juga kerap diabaikan oleh mitra dapur, seperti pemasangan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), penggunaan alat sterilisasi ompreng dengan uap (steam), hingga penyediaan ruang pemporsian berpendingin udara.
“Nah, ini yang kita berikan suspend untuk yang belum mau mendaftar, supaya kita dorong supaya mereka mau mendaftar. Lalu ada juga sudah diinstruksikan harus memakai IPAL untuk limbahnya, ternyata dia belum juga masang IPAL. Lah enggak bisa, ini nanti bermasalah juga begitu Mbak Maya karena dengan lingkungan dan lain-lain iya kan?” paparnya.
Selain itu, standar kebersihan juga diperketat, termasuk dalam proses pencucian peralatan makan.
“Misalnya untuk cuci ompreng enggak sekedar water heater, harus ada steam ompreng. Ternyata steam ompreng-nya enggak ada. Ternyata tadi itu saya bilang ketika diporsi di ruang pemporsian juga kan harus dingin ada AC, ternyata AC-nya tidak ada. Nah yang seperti ini kalau kita enggak tegas, kalau kita enggak keras, kalau kita enggak lakukan suspend, ya mereka asik aja, artinya ya akan terus kejadian,” tegasnya.
Lebih lanjut, Nanik menyebut masa suspend umumnya berlangsung satu hingga dua minggu, tergantung pada respons dan upaya perbaikan dari masing-masing mitra dapur.
“Iya, kalau mereka sudah melakukan dalam arti kemudian kita gini, kita suspend nih satu minggu, dua minggu. Dia ada gerakan enggak? Misalnya dia membangun IPAL, dia memasang AC, ya oke satu minggu, dua minggu karena dia ada sudah ada gerakannya, dia sudah mendaftar belum?” ujarnya.
Ia juga menyoroti masih adanya mitra yang belum mengurus Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), meski proses pendaftarannya dinilainya saat ini sudah cepat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ketua Komisi II DPR Usulkan Gaji PNS lewat Koperasi Hanya untuk Pegawai Pusat
Tak Hanya Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah
Prediksi Skor Estudiantes vs Flamengo: Panas Menuju Final Copa Libertadores
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante: Granotes Paksa Tuan Rumah Berbagi Poin
Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi Mulai Tahun Ini, Tak Perlu Tunggu 2027
Prediksi Skor Garudayaksa FC vs Arema FC: Singo Edan Kembali ke Jalur Kemenangan
Prediksi Skor Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga: Lini Pertahanan Rapuh Jadi Ancaman Tuan Rumah
KPK Terima Pengembalian Uang Rp 800 Juta dari Hercules Berkaitan Kasus Suap HGB Summarecon
Prediksi Skor Le Mans vs Toulouse: Duel Seru Tim Papan Bawah Demi Lolos Zona Degradasi
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022