
Peluncuran bus listrik TNI AL di Mabesal, Cilangkap, Jaktim, pada Kamis (16/4). (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)
JawaPos.com - Menyikapi dampak konflik di Timur Tengah, TNI AL meluncurkan 20 bus listrik pada Kamis (16/4). Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali memimpin langsung peluncuran 20 bus listrik tersebut. Dia menyampaikan bahwa instansi mulai beralih dari penggunaan kendaraan berbahan bakar minyak ke kendaraan bertenaga listrik.
”Hari ini, kami TNI Angkatan Laut mulai meresmikan penggunaan mobil listrik. Selain merupakan program pemerintah dalam rangka penghematan energi dan juga menjaga polusi udara, dengan penggunaan mobil listrik maka kita tidak akan ketergantungan lagi pada keterbatasan BBM,” ungkap Ali kepada awak media.
Sebagaimana telah diketahui oleh publik secara luas, Ali menyampaikan bahwa saat ini BBM menjadi barang langka yang sulit diperoleh. Penyebabnya tidak lain karena perang yang terjadi di Timur Tengah. Persisnya perang yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, Iran, dan negara-negara teluk lainnya. Karena itu, TNI AL memandang perlu kebijakan baru.
”Saat ini mungkin bapa dan ibu tahu semua, permasalahan BBM itu sangat langka karena adanya perang di kawasan Timur Tengah. Untuk itu, kami mulai menggunakan mobil listrik untuk angkutan anggota-anggota TNI Angkatan Laut yang berada terutama di komplek-komplek perumahan yang agak jauh dari Jakarta,” terang dia.
Untuk tahap awal, TNI AL meluncurkan 20 bus listrik dengan rute berbeda. Peruntukannya menjemput prajurit Angkatan Laut yang berdinas di Mabes TNI AL (Mabesal), Cilangkap, Jakarta Timur (Jaktim) dan komando utama (kotama) lainnya. Diantaranya prajurit yang tinggal di komplek rumah dinas di wilayah Pasir Angin, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat (Jabar) dan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara (Jakut).
”Jumlahnya, sementara mungkin sekitar 20-an dulu untuk bus. Nanti kami jajaki lebih lanjut untuk penggunaannya. Untuk setiap kotama nanti ke depan akan menggunakan mobil listrik juga. Sementara ini ada yang menggunakan mobil listrik dan menggunakan mobil hybrid, hybrid juga sudah mulai menghemat bahan bakar,” jelas Ali.
Orang nomor satu di TNI AL itu menyatakan bahwa puluhan bus tersebut digunakan oleh instansinya untuk antar dan jemput prajurit. Sehingga operasionalnya hanya saat jam berangkat dan pulang kerja. Terkait dengan kemungkinan tambahan unit untuk kebutuhan di kotama dan daerah lain di luar Jakarta, Angkatan Laut masih melakukan penjajakan.
”Untuk berapa banyak jumlahnya, kami akan jajaki. Apabila dengan perhitungan nanti harganya masuk untuk efisiensi, maka akan kami tambah lebih banyak dan kami perbanyak. Tidak hanya di Kota Jakarta, mungkin di kota-kota lain di seluruh Indonesia,” terang dia.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
