Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 25 Mei 2026 | 20.25 WIB

Warga Muaro Jambi Dengar Ledakan Sebelum Blackout Sumatera, Asalnya Ternyata Dari Menara Sutet

Bareskrim Polri mengungkap hasil penyelidikan blackout Sumatera pada Jumat pekan lalu (22/5). Sejauh ini, polisi tidak menemukan adanya dugaan sabotase dalam pemadaman listrik di sebagian Sumatera tersebut. (Sahrul Yunizar/JawaPos.com) - Image

Bareskrim Polri mengungkap hasil penyelidikan blackout Sumatera pada Jumat pekan lalu (22/5). Sejauh ini, polisi tidak menemukan adanya dugaan sabotase dalam pemadaman listrik di sebagian Sumatera tersebut. (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)

JawaPos.com - Sebelum blackout terjadi di Sumatera pada Jumat pekan lalu (22/5), masyarakat di wilayah Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, mendengar ledakan keras. Sesaat setelahnya, terjadi pemadaman listrik yang ternyata turut dialami oleh masyarakat di beberapa provinsi seperti Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Wakil Kepala Bareskrim Polri Irjen Nunung Syaifuddin mengungkap hal itu setelah meminta keterangan dari masyarakat setempat. Persisnya warga yang menyaksikan terjadinya ledakan pada menara sutet di jalur transmisi listrik Muara Bungo-Sungai Rumbai. Keterangan saksi mata tersebut memperkuat dugaan polisi bahwa penyebab blackout Sumatera bukan sabotase.

”Dugaan tersebut diperkuat oleh keterangan saksi yang kita temukan, masyarakat sekitar lokasi kejadian menerangkan bahwa sesaat sebelum kejadian terjadi ledakan, baru terjadi pemadaman listrik di area sekitar tower transmisi,” terang Nunung dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan (Jaksel), pada Senin (25/5).

Tidak hanya mendengar ledakan, saksi mata juga melihat bahwa kabel sutet tersebut putus. Karena itu, Bareskrim Polri mengirim tim dari Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) untuk turun langsung ke Jambi. Mereka memeriksa tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti. Termasuk kabel transmisi listrik yang sudah putus.

”Gangguan tersebut menyebabkan terjadinya ketidakstabilan frekuensi dan tegangan listrik yang selanjutnya memicu trip (berhentinya operasi unit pembangkit sementara yang diakibatkan oleh gangguan) pembangkit secara berantai, sehingga berdampak pada blackout massal di sejumlah wilayah Sumatera,” ujarnya.

Berdasar data yang diperoleh Polri, gangguan tersebut terasa sampai ke Aceh, Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar), Riau, Jambi, dan sebagian Sumatera Selatan (Sumsel). Di lokasi sutet yang kabelnya sudah putus, polisi mendapati kondisi fisik tower transmisi masih dalam keadaan baik. Tidak ada kerusakan yang signifikan. Termasuk pada bagian struktur.

”Berdasarkan keterangan awal di lapangan, kejadian putusnya kabel transmisi diduga terjadi secara tiba-tiba akibat pengaruh faktor cuaca dan masih memerlukan pendalaman lebih lanjut secara teknis maupun ilmiah,” imbuhnya.

Nunung memastikan, penyelidikan atas peristiwa tersebut dilakukan secara profesional, transparan, dan komprehensif untuk memastikan penyebab utama kejadian secara ilmiah dan akuntabel. Karena itu, Bareskrim Polri melibatkan Puslabfor memeriksa barang bukti yang sudah diamankan oleh petugas dari lapangan.

”Saat ini kondisi sistem kelistrikan di wilayah Sumatera telah berhasil dipulihkan sepenuhnya. Dan berdasarkan keterangan resmi dari PT PLN, pasokan listrik di seluruh wilayah Sumatera telah kembali normal 100 persen serta beroperasi dengan aman dan stabil,” imbuhnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore