
Kakorlantas Polri mengecek kondisi lalu lintas di sekitar Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada Kamis siang (4/6). (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)
JawaPos.com - Dalam pelaksanaan Operasi Patuh 2026 mulai 8-21 Juni nanti, Korlantas Polri meningkatkan persentase tilang menjadi 30 persen. Semua pelanggaran lalu lintas yang tampak seperti melawan arus dan tidak memakai helm bakal langsung ditindak.
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho memastikan hal itu saat meninjau arus lalu lintas di sekitar Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada Kamis siang (4/6). Dia turun langsung karena banyak laporan masyarakat mengeluhkan galian proyek di badan jalan.
”Kami cek di lapangan dengan Kasat Lantas Jakarta Timur ini. Tepatnya di sebelah kiri kita, memang ada proyek PAM, PDAM. Pengaduan-pengaduan dari masyarakat
sudah ditindaklanjuti. Ada pengaturan, ada penataan,” kata dia kepada awak media.
Pengecekan itu menjadi salah satu bagian dari upaya Korlantas Polri untuk memastikan pelaksanaan Operasi Patuh mulai Senin pekan depan terlaksana dengan baik. Dia pun menekankan kembali bahwa dalam operasi tersebut, petugas meningkatkan persentase tilang.
”Semua pelanggaran kami pantau, tetapi penilangan itu adalah pelanggaran-pelanggaran tertentu yang sifatnya fatalitas korban. Melawan arus kan fatal, nggak pakai helm juga demikian. Termasuk juga pelanggaran-pelanggaran lain akan menjadi perhatian,” tegasnya.
Menurut Agus, Operasi Patuh 2026 dilaksanakan untuk memastikan seluruh pengendara dan pengguna jalan raya dapat mewujudkan lalu lintas yang aman, tertib, lancar, dan sesuai dengan aturan. Karena itu, pihaknya bakal melaksanakan penegakan hukum terhadap pelanggaran aturan yang dilakukan oleh pengendara.
”Jadi, memang ada pola penegakan hukum yang cukup tinggi. Kalau kebijakan kemarin itu 95 persen ETLE dan 5 persen tilang. Sekarang porsi penilangan 30 persen,” kata dia.
Agus memastikan, Korlantas Polri akan memaksimalkan pengawasan kepada pengendara dan pengguna jalan raya selama lebih kurang 14 hari Operasi Patuh 2026 berlangsung. Seluruh jajaran Korlantas Polri akan turun ke jalanan selama operasi tersebut berlangsung.
”Salah satu tujuan daripada Operasi Patuh adalah bagaimana kita bisa mengurangi pelanggaran lalu lintas. Termasuk juga bagaimana kita bisa mengurangi sebuah peristiwa kecelakaan. Jadi, pelanggaran dan kecelakaan. Maka dari itu, Korlantas Polri dan jajaran akan menghadirkan ETLE,” jelasnya.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
