
Ilustrasi judi online. (freepik)
JawaPos.com - Paparan judi online terhadap anak-anak sudah menjadi ancaman nyata. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) memastikan tidak tinggal diam. Upaya penguatan perlindungan terus dilakukan guna memastikan anak-anak terhindar dari jerat aktivitas terlarang yang sering disebut judol tersebut.
”Judi online terhadap anak tidak dapat dipandang sebagai persoalan perilaku individu semata, melainkan sebuah bentuk eksploitasi digital terhadap anak,” kata Menteri PPPA Arifah Fauzi dalam keterangan resmi pada Rabu (10/6).
Menurut dia, anak-anak kini menjadi kelompok paling rentan terhadap paparan judol. Mengingat saat ini banyak anak Indonesia sudah mengenal bahkan menggunakan gawai sejak usia dinia. Untuk itu, diperlukan instrumen proteksi yang baik agar mereka tidak terjerat judol.
”Anak-anak menjadi kelompok yang sangat rentan karena belum memiliki kematangan kognitif untuk memahami manipulasi digital maupun risiko jangka panjang dari aktivitas perjudian,” ujarnya.
Menteri Arifah Fauzi pun menyampaikan bahwa penguatan perlindungan anak di ranah daring atau di ruang digital harus menjadi prioritas nasional. Tidak hanya oleh satu atau dua pihak, melainkan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Sehingga penguatan proteksi benar-benar berjalan baik.
Arifah Fauzi menyebut, paparan judol bisa merusak realitas hidup anak Indonesia. Apalagi bila melihat kondisi di lapangan, jeratan judol sudah terbukti memicu gangguan mental hingga kecanduan ekstrem. Bahkan turut berpengaruh pada penurunan drastis prestasi akademik akibat hilangnya fokus belajar.
Tidak hanya itu, judol kerap memicu perilaku kriminal sekunder. Menurut dia, anak-anak yang sudah terjebak bahkan nekat mencuri uang orang tua, berbohong, melakukan penipuan digital di lingkungan pertemanan, hingga terlibat pinjaman online (pinjol) ilegal demi judol.
Karena itu, melindungi anak dari paparan judol menjadi urgensi nasional yang tidak kalah penting dari upaya pencegahan paparan konten negatif lain seperti game online adiktif dan pornografi. Ketiganya merupakan ancaman selevel yang mengeksploitasi dopamin anak dan merusak fungsi otak depan.
”Jika pornografi merusak moral dan game adiktif menyita waktu produktif, maka judi online menyempurnakannya dengan kehancuran finansial dan sosial sejak dini,” ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor Parma vs Genoa di Liga Italia: Duel Tim Papan Bawah Berakhir Imbang
Prediksi Skor FC Twente vs PSV Eindhoven: Pemuncak Klasemen Berpeluang Pesta Gol

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022