
Aktivitas di sekitar rumah JAM Pidsus Kejagung Febrie Adriansyah pada Rabu malam (8/7). (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)
JawaPos.com - Kediaman Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel) ramai. Berdasar pantauan di sekitar rumah tersebut, sejumlah petugas ramai berkumpul sejak petang hingga malam hari.
Sampai jelang menjelang tengah malam pada Rabu (8/7), aktivitas di sekitar rumah pejabat Kejagung tersebut masih tampak. Sejumlah orang berbadan tegap terlihat di dalam dan luar pagar rumah. Tidak hanya itu, beberapa petugas dari Kejagung juga kelihatan berkumpul tidak jauh dari rumah tersebut.
Beberapa masih tampak mengenakan seragam. Namun, ada pula yang berpakaian bebas. Selain petugas Kejagung, sempat terlihat beberapa prajurit TNI yang mengenakan pakaian dinas lapangan (PDL) dan baret. Mereka berjaga di sekitar rumah yang jaraknya tidak terlampau jauh dari Kantor Kejagung.
Sampai berita ini dibuat pukul 23.27 WIB, belum ada keterangan apapun dari otoritas terkait dengan ramai-ramai aktivitas di rumah Febrie. Yang pasti, pada saat bersamaan berlangsung penggeledahan di 12 titik di Jakarta dan Bogor. Kortas Tipidkor Polri dan Polda Metro Jaya yang menjadi motor penggeledahan tersebut.
Dalam penjelasan yang disampaikan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Metro Jaya Kombes Victor Dean Mackbon, penggeledahan dilakukan atas dasar 2 laporan kepolisian. Agar kasus-kasus tersebut terungkap secara terang-benderang langsung dilakukan penggeledahan.
”Penggeledahan ini dilakukan terkait penyidikan 2 laporan polisi yang saat ini ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya,” kata Victor kepada awak media.
Victor menjelaskan, kasus yang ditangani polisi terkait dugaan korupsi dan TPPU yang berkelindan dengan 2 konstruksi perkara. Pertama, dugaan korupsi dan TPPU dalam proses penanganan hukum oleh pegawai negeri atau penyelenggara negara dalam perkara PT Asabri dan Asuransi Jiwasraya.
”Yang terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya pada kurun waktu 2020 sampai dengan 2025,” ujar Victor.
Kedua, dugaan korupsi dan atau TPPU dalam proses penyelesaian utang atau kewajiban PT CBS kepada PT KNI yang tidak lain adalah anak usaha Krakatau Steel. Kasus itu juga terjadi pada periode 2020-2025.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
35 Santri Keracunan MBG Masih Dirawat di RS Siti Hajar Sidoarjo
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Prediksi Sassuolo vs Frosinone di Coppa Italia 2026/2027: Jay Idzes Cs Menang Susah Payah
