Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 September 2026 | 01.58 WIB

Akibat Karhutla, Udara di Kalimantan dan Sumsel Dikategorikan Tidak Sehat dan Berbahaya

Tim gabungan melakukan pemadaman Karhutla. (BPBD Jatim) - Image

Tim gabungan melakukan pemadaman Karhutla. (BPBD Jatim)

JawaPos.com - Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menyatakan bahwa udara di Kalimantan dan Sumatera Selatan (Sumsel) belakangan ini masuk kategori tidak sehat dan berbahaya. Itu terjadi akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Karo Humas dan Datin Kemenko Polkam Brigjen TNI Honi Havana menyampaikan bahwa asap karhutla menyebabkan dampak kesehatan. Menurut dia, itu terjadi karena udara di beberapa daerah terdampak karhutla terkontaminasi asap yang pekat.

”Dampak kesehatan sebagai dampak dari polusi udara yang saat ini memang bisa dikategorikan, terutama di kalimantan dan sumsel ini, dalam kategori tidak sehat sampai dengan berbahaya,” terang dia dalam konferensi pers di Jakarta pada Selasa (22/9).

Untuk menangani dampak tersebut, Honi menegaskan bahwa Kemenko Polkam terus bekerja keras dan sangat serius dalam penanggulangan karhutla. Semua unsur dikerahkan untuk memadamkan api.

”Sebagai dampak dari terbakarnya lahan, terbakarnya pohon-pohonan sebagai produsen dari oksigen, kebakaran sendiri juga mengurangi jumlah oksigen, kemudian juga ada partikel-partikel yang mungkin sekiranya membahayakan, inilah yang menjadi perhatian serius dari pemerintah,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sudah terjadi 174.694 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah terdampak karhutla. Data tersebut dihimpun melalui sistem surveilans kesehatan Kemenkes sejak Agustus hingga 21 September 2026.

”Untuk hari ini, ada 4.533 (kasus ISPA). Jadi, yang sisanya sudah sembuh atau sehat kembali,” ucap Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes Then Suyanti.

Kemenkes menyebut 40.363 kasus ISPA terjadi pada balita. Data tersebut berasal dari pemantauan di 63 kabupaten dan kota yang terdampak karhutla beberapa pekan belakangan. Hingga saat ini penanggulangan karhutla dilakukan oleh lintas instansi.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore