Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Juni 2023 | 02.50 WIB

Menelusuri Kembali Hari Lahir Persebaya

FERY WIDYATAMA - Image

FERY WIDYATAMA

JUNI merupakan bulan yang sangat istimewa bagi Kota Surabaya. Mengingat terdapat satu agenda besar yang akan disambut oleh hampir sebagian besar masyarakat Kota Surabaya, yakni Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-96 Persebaya Surabaya. Lantas, kado apa yang akan diberikan oleh pemkot maupun masyarakat Kota Surabaya dalam merayakan HUT Persebaya? Sejak beberapa hari yang lalu sebelum tulisan ini diunggah, di beberapa sudut jalan di Kota Surabaya sudah terbentang luas spanduk-spanduk yang bertulisan dukungan yang berasal dari kalangan Bonek dari berbagai korwil di Surabaya.

Melalui unggahan resmi di akun media sosial Persebaya, Minggu (18 Juni 2023) manajemen menggelar pertandingan melawan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Hasilnya skor imbang 2-2.

Perayaan bertajuk 96th Anniversary Game ini merupakan puncak peringatan ulang tahun Persebaya. Sekaligus untuk meminimalkan perayaan di luar stadion yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Anniversary Game ini kali pertama digelar pada tahun 2017 ketika Persebaya kembali diakui oleh PSSI.

Apabila merujuk pada historiografi sejarah yang telah dituliskan di berbagai media massa, Persebaya didirikan pada 18 Juni 1927 dengan nama SIVB (Soerabajasche Indonesische Voetbal Bond) oleh M. Pamoedji dan Paidjo. Hal itu tertuang dalam AD/ART tahun 1951 pasal 2, ”Persibaja didirikan di Surabaja pada tanggal 18 Djuni 1927, untuk waktu yang tidak ditentukan lamanja”. Selain itu, kelahiran SIVB juga diberitakan di salah satu majalah, yakni Pandji Poestaka, 4 November 1927.

Jika dilihat dari kemunculan SIVB sebagai cikal bakal Persebaya, Persebaya merupakan suatu klub yang bisa dikatakan sebagai representasi dari kalangan bumiputra dalam bermain sepak bola. Dari penemuan ini tentunya Persebaya tidak dapat dihilangkan begitu saja dalam sejarah dan memori masyarakat di Surabaya.

Selama ini, hasil penelitian-penelitian yang membahas sejarah Persebaya telah dipublikasikan menjadi buku. Seperti penelitian yang telah dibukukan penulis berjudul SIVB: Pasang Surut Sepak Bola Bumiputera di Surabaya 1926–1942 (terbit Januari 2023) yang mencoba menghadirkan sesuatu yang berbeda. SIVB telah ada sejak tahun 1923 yang mengalami pasang surut hingga dapat menjadi suatu bond (perkumpulan) yang dapat mewadahi orang-orang bumiputra di Surabaya tahun 1925–1926.

Temuan-temuan baru itu tentunya tidak serta-merta mengganti hari lahir Persebaya. Tetapi, dengan ditemukannya data baru dan narasi yang beragam, sejarah Persebaya dapat didiskusikan dan diungkapkan faktanya secara terbuka.

Rujukan pertama pemberitaan SIVB adalah majalah Sport pada November 1923. Diberitakan, SIVB berhasil menuntaskan kompetisi dengan Inlandsche Voetbal Club keluar sebagai kampioenschap. Sayangnya, pada 1925 SIVB mengalami pembubaran karena tidak dapat lagi menjalankan organisasinya.

Rujukan kedua mengacu pada sebuah pemberitaan tentang rencana untuk mendirikan kembali SIVB oleh Soeroto (staf juru tulis layanan telepon Surabaya). Menariknya, gagasan tersebut ditujukan kepada seluruh klub maupun bond sepak bola bumiputra di Surabaya, antara lain SIVB, SVB Sinar Kota, dan PIVB. Akhirnya, pada 16 Agustus 1925, panitia pendirian meresmikan bond baru dengan tetap menggunakan nama SIVB. Bisa dikatakan, SIVB ini merupakan jilid kedua dengan diketuai Soeroto. Setelah berdiri, tentunya SIVB memiliki pekerjaan lain, yakni mengurus dokumen-dokumen penting kepada pemerintah sebagai syarat berdirinya badan hukum.

Rujukan yang ketiga adalah perihal ulang tahun SIVB yang ke-10 di mana beberapa sumber tidak menyebutkan ulang tahun SIVB tahun 1937. Hal itu disebabkan AD/ART Persibaja tahun 1951/1952 merupakan sumber sekunder. Sedangkan Pandji Poestaka 4 November 1927 tidak menjelaskan berdirinya SIVB, tapi memberitakan pendirian Indonesische Voetbal Bond. Dengan demikian, dua sumber tersebut masih dapat diperdebatkan kembali keabsahannya.

Sementara itu, surat kabar Soeara Oemoem dan Pemandangan pada tanggal 5 Oktober 1936 serta Soerabajasche Handelsblad dan De Indische Courant memberitakan adanya perayaan ulang tahun ke-10 SIVB. Perayaan tersebut diselenggarakan di Gedung Nasional Indonesia, Bubutan, yang dihadiri pengurus dan anggota SIVB. Perayaan itu dibuka dengan pidato dari Ketua SIVB Ir J.K. Lengkong, kemudian dilanjutkan oleh M. Pamoedji (ketua muda SIVB) yang menjelaskan riwayat berdirinya SIVB yang penuh dengan berbagai masalah. Perayaan ini diakhiri dengan pemberian hadiah yang diiringi lantunan lagu dari Hawanilen Band with Song.

Pada akhirnya temuan-temuan perihal sejarah Persebaya ini dapat menjadi salah satu rujukan bagi kita semua para pencinta klub berjuluk Bajol Ijo ini agar senantiasa mencintai dan mendukung klub melalui jalur lain, yakni literasi. Persebaya bukan sekadar klub sepak bola, namun juga merupakan bagian dari sejarah Kota Surabaya. Salam Satu Nyali: WANI! (*)


*) FERY WIDYATAMA, Guru sejarah di SMA Kemala Bhayangkari 1 Surabaya, penulis buku SIVB: Pasang Surut Sepak Bola Bumiputera di Surabaya 1926–1942 (Januari 2023)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore