Dunia internasional justru akan lebih menghargai negara yang transparan mengakui krisis dan menanganinya dengan sekuat tenaga daripada negara yang berusaha menyembunyikan ’’borok’’ bencana di bawah karpet demi menjaga citra semu.
Baca Juga: Update Korban Pasca Bencana Aceh, Sumut, dan Sumbar, Sebanyak 836 Meninggal Dunia dan 509 Hilang
Kasus ini kembali memunculkan sentimen lama tentang hubungan pusat dengan daerah. Masyarakat di Sumatera dapat bertanya, ’’Seandainya bencana dengan 770 korban jiwa dan melumpuhkan tiga provinsi itu terjadi di Pulau Jawa, apakah respons Jakarta akan sedingin ini?’’
Sejarah mencatat, atensi pemerintah pusat kerap kali lebih cepat dan masif jika bencana terjadi di dekat pusat kekuasaan. Jangan salahkan apabila muncul persepsi bahwa nyawa di luar Jawa seolah memiliki ’’valuasi’’ yang berbeda dalam kalkulator birokrasi.
Status bencana nasional sebenarnya adalah kunci inggris untuk membuka segala sumbatan. Dengan status itu, pintu APBN terbuka lebar tanpa birokrasi berbelit. Komando menjadi satu di tangan pusat, menghilangkan ego sektoral antardaerah. Rekonstruksi bisa berjalan cepat, bukan menunggu hibah yang cairnya kapan saja.
Warga di Aceh, Sumut, dan Sumbar saat ini tidak perlu mengambil definisi hukum. Mereka membutuhkan kepastian tempat tinggal, jaminan pangan, dan perbaikan jalan yang putus agar perekonomian kembali berputar.
Pemerintah pusat harus segera merevisi keputusan ini. Jangan biarkan rakyat merasa yatim piatu di tengah-tengahnya. Kehilangan 770 nyawa adalah ’’lampu merah’’ yang menyala terang benderang.
Menetapkan status bencana nasional adalah langkah politik yang menguntungkan. Itu bukan tanda kelemahan, melainkan bukti empati. Sudahi narasi ’’bencana daerah’’. Ini duka Indonesia, maka harus ditanggung sebagai beban nasional. Jangan sampai sejarah mencatat bahwa birokrasi kita lebih kukuh daripada rasa kemanusiaan kita. (*)
---
"Ada kekhawatiran elite pusat bahwa label bencana nasional akan mencoreng wajah Indonesia di mata internasional."

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
