
FAST CHARGING: Pengguna mobil listrik mengisi daya di stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di rest area 228A tol Kanci-Pejagan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, kemarin (16/4).
JawaPos.com - Tak sedikit di saat mudik Lebaran yang menjadi tradisi tahunan masyarakat Indonesia masyarakat menggunakan mobil listrik.
Menggunakan mobil listrik sebagai alternatif perjalanan yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan.
Meski demikian, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar perjalanan jauh menggunakan mobil listrik tetap lancar dan tidak menimbulkan kendala di tengah perjalanan.
Salah satu teknologi yang menjadi perhatian utama adalah fast charging atau pengisian daya cepat. Fitur ini memungkinkan baterai mobil listrik terisi dalam waktu jauh lebih singkat dibandingkan pengisian daya biasa.
Namun, tidak semua pemilik kendaraan listrik memahami kapan waktu yang tepat menggunakan fast charging serta hal-hal yang perlu dihindari agar baterai tetap awet.
Apa Itu Fast Charging pada Mobil Listrik?
Fast charging adalah teknologi pengisian baterai mobil listrik menggunakan arus listrik berdaya tinggi sehingga proses pengisian bisa berlangsung lebih cepat. Jika pengisian standar membutuhkan waktu 6–10 jam, maka fast charging dapat mengisi baterai hingga 80 persen hanya dalam waktu sekitar 30–60 menit, tergantung kapasitas baterai dan jenis mobil listrik.
Di Indonesia, pengisian cepat biasanya tersedia di stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) yang mendukung standar DC Fast Charging.
Perbedaan Fast Charging dan Pengisian Normal
Berikut perbedaan utama antara pengisian cepat dan pengisian standar:
| Jenis Pengisian | Daya Listrik | Waktu Pengisian | Lokasi Umum |
| Normal Charging (AC) | 3–7 kW | 6–10 jam | Rumah atau kantor |
| Fast Charging (DC) | 50–150 kW atau lebih | 30–60 menit | SPKLU, rest area to |
Pengisian normal biasanya digunakan untuk kebutuhan harian, sedangkan fast charging lebih cocok untuk kondisi tertentu.
Kapan Sebaiknya Menggunakan Fast Charging?

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
