
Lepas L8 diuji coba melintasi jalan banjir. (Istimewa)
JawaPos.com - Mobil modern kini tak lagi sekadar alat transportasi, melainkan bagian dari strategi bertahan hidup di tengah kompleksitas kota besar.
Ruang parkir sempit, lalu lintas padat, hingga ancaman banjir musiman menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi pengendara setiap hari.
Di aspek ini, peran teknologi kendaraan cukup diuji, bukan hanya soal performa, tetapi juga soal adaptasi. Bagian ini juga sekarang menjadi hal yang dilombakan bagi para produsen mobil.
Termasuk Lepas L8, sebuah SUV berteknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), dirancang dengan pendekatan tersebut.
Alih-alih menonjolkan performa semata, kendaraan ini membawa serangkaian fitur yang ditujukan untuk menjawab problem mobilitas urban, mulai dari kemudahan parkir hingga ketahanan saat melintasi genangan air.
Salah satu teknologi yang mencuri perhatian adalah Remote Parking Assist (RPA). Fitur ini memungkinkan kendaraan diparkir secara otomatis tanpa pengemudi berada di dalam kabin.
Dalam konteks perkotaan dengan ruang parkir yang sering kali terbatas, teknologi semacam ini memberi alternatif praktis sekaligus mengurangi risiko bodi kendaraan tersenggol di area sempit.
RPA bekerja berdampingan dengan Automatic Parking Assist (APA) yang membantu mobil melakukan manuver parkir secara presisi.
Kombinasi keduanya menjadikan proses parkir lebih efisien, terutama di area publik seperti gedung perkantoran atau pusat perbelanjaan yang padat.
Teknologi parkir otomatis ini juga mencerminkan arah pengembangan kendaraan modern yang semakin mengandalkan sistem bantuan pengemudi berbasis sensor dan kontrol elektronik.
Namun tantangan berkendara di Indonesia tidak berhenti di parkiran. Curah hujan tinggi dan sistem drainase yang belum merata membuat genangan air kerap menjadi momok, khususnya di kota-kota besar.
Lepas L8 dibekali kemampuan melintasi air (wading depth) hingga 600 milimeter, angka yang tergolong tinggi untuk kelas SUV PHEV.
Kemampuan tersebut menunjukkan bahwa elektrifikasi tidak selalu identik dengan kerentanan terhadap air, selama didukung desain dan proteksi komponen yang tepat.
Dengan wading depth tersebut, kendaraan memiliki toleransi lebih baik saat harus melewati jalan tergenang, tanpa mengorbankan sistem kelistrikan maupun kenyamanan berkendara.
Menurut Arga Simanjuntak, Head of Marketing Lepas Indonesia, pendekatan teknologi pada Lepas L8 berangkat dari kondisi nyata yang dihadapi pengguna sehari-hari.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
