Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 April 2026 | 19.02 WIB

Waspadai 5 Tanda Anak Belum Siap Kembali ke Sekolah Setelah Libur Lebaran 2026, Orang Tua Wajib Tahu

Ilustrasi anak sekolah. (Johns Hopkins Medicine)

JawaPos.com - Perubahan jadwal tidur, aktivitas bebas selama liburan, dan penyesuaian kembali aturan belajar menjadi pengaruh kesiapan mental anak saat memasuki hari pertama sekolah. Masa transisi selama liburan memicu perubahan pada anak, sulitnya bangun pagi hingga menurunnya motivasi belajar.

 
Orang tua harus paham tanda-tanda siapnya anak agar nyaman saat kembali ke sekolah seperti yang dilansir dari Johns Hopkins Medicine, Rabu (1/4).
 
Sulitnya bangun pagi dan menolak rutinitas sekolah
 
Anak yang belum siap kembali ke sekolah biasanya memberikan penolakan jika harus bangun pagi. Selama liburan, pola tidur anak akan berubah. Hal ini disebabkan anak memiliki jam tidur tidak beraturan. Perubahan mendadak untuk rutinitas disiplin membuat mereka berat menjalani hari pertama sekolah.
 
 
Kurang tidur dapat mempengaruhi fokus, perilaku dan kemampuan belajar anak saat kembali sekolah seperti yang dilansir dari Johns Hopkins Medicine, Rabu (1/4).
 
Mudah emosi atau lebih sensitif dari biasanya
 
Perubahan suasana hati dimana anak bisa lebih mudah tersinggung atau emosi berlebihan. Hal ini muncul karena anak harus meninggalkan suasana nyaman bersama keluarga selama libur. Sebagian anak mengalami resistensi karena lingkungan rumah lebih santai dibanding tuntutan akademik di sekolah. Data yang dilansir dari Psychology Today, Rabu (1/4).
 
Mengeluh sakit tanpa penyebab jelas
 
Keluhan seperti sakit perut, pusing atau mual sebelum berangkat bisa menjadi tanda kecemasan, bukan penyakit fisik. Beberapa anak mengekspresikan emosional melalui gejala tubuh karena belum mampu menjelaskan perasaannya langsung ke orang tua. Mengeluh sakit sebelum sekolah berkaitan dengan stres atau sulit beradaptasi dengan lingkungan belajar seperti yang dilansir dari CBS News, Rabu (1/4).
 
Kehilangan semangat belajar
 
Anak yang awalnya antusias bisa tidak tertarik ketika ketika membicarakan tugasnya setelah liburan selesai. Situasi ini terjadi karena anak masih berada dalam “mode liburan” yang penuh hiburan dan minim tanggung jawab. Masa transisi kembali sekolah memicu kecemasan karena anak harus kembali pada struktur dan aturan yang ketat, seperti yang dilansir dari Children’s Hospital of Philadelphia, Rabu (1/4).
 
Cemas atau takut berpisah dengan orang tua
 
Setelah liburan panjang, sebagian anak enggan berpisah dengan orang tua saat diantar sekolah. Perasaan ini muncul karena selama liburan anak menghabiskan banyak waktu bersama keluarga yang membentuk rasa nyaman dirumah. Kecemasan menjadi reaksi normal yang muncul sebagai rasa takut, khawatir dan enggan berangkat sekolah seperti yang dilansir dari Benestar Australia, Rabu (1/4).

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore