
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto
JawaPos.com - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Diksi) menerbitkan 27 Surat Keputusan (SK) Izin Pembukaan Program Studi Diploma Dua (D-2) Jalur Cepat atau D-2 Fast Track.
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Wikan Sakarinto mengatakan, program D-2 Jalur Cepat merupakan program terobosan yang dirancang sebagai salah satu solusi untuk menjawab tantangan ketidaksesuaian antara lulusan yang dihasilkan oleh dunia pendidikan dengan kebutuhan dari dunia usaha dan industri.
"Program Studi D-2 Jalur Cepat ini merupakan pertama dalam sejarah pendidikan di Indonesia," kata Wikan kepada wartawan, Kamis (26/5).
Ketidaksesuaian yang dimaksud tidak semata-mata menyangkut jumlah atau aspek kuantitas dari lulusan, tapi juga kompetensi atau level keahlian. Itu sebabnya, dalam mengembangkan Program Studi D2 Jalur Cepat, sejak awal pendirian program Perguruan Tinggi Penyelenggara Pendidikan Vokasi (PTPPV) berkolaborasi dengan SMK dan Industri.
"Kolaborasi segitiga ini tujuannya tak lain untuk memastikan lulusan yang dihasilkan, memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja," jelas Wikan.
Wikan berharap para lulusan vokasi akan menjadi sosok yang kompeten, produktif dan kompetitif. Sehingga, akan benar-benar siap jika harus langsung bekerja, begitu lulus. Bahkan, menurutnya tidak hanya sekedar cepat bekerja, tapi juga mendapatkan upah yang layak.
"Peluncuran 27 Prodi D-2 Jalur Cepat, pada hari ini, sesungguhnya menjadi kabar baik bagi pelajar lulusan SMK," tegasnya.
Wikan menyampaikan, Program Studi D-2 Jalur Cepat memungkinkan lulusan SMK yang sekolahnya bermitra dengan salah satu politeknik penerima SK D-2 Jalur Cepat dapat melanjutkan pendidikan pada jenjang perguruan tinggi dan menyelesaikannya dalam waktu yang lebih singkat. Pasalnya, melalui penerapan sistem Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), maka masa studi siswa selama di SMK dapat diakui sebagai kredit perkuliahan.
"Secara total masa perkuliahan pada program D-2 Jalur Cepat ditempuh selama tiga semester atau satu semester lebih singkat daripada perkuliahan pada program D-2 Regular. Komposisinya, satu semester perkuliahan di kelas untuk memahami teori dan konsep, dan dua semester berikutnya merupakan kegiatan magang di Industri," ucap Wikan.
Dengan konsep ini, kata Wikan, lulusan D-2 Jalur Cepat akan lebih kompeten dan berfokus pada keterampilan tertentu. "Kompetensi tidak hanya hard skills, namun lebih pada soft skills, karakter, sikap, kepemimpinan dan kesiapan bekerja. Lulusan juga disiapkan pula menjadi wirausaha, apabila passion-nya menjadi pengusaha," pungkas Wikan.
Berikut adalah daftar 27 program studi yang sudah mendapatkan izin membuka program studi D-2 Jalur Cepat.
1. Politeknik Negeri Bali
- Instalasi dan Pemeliharaan Kabel Bertegangan Rendah
- Administrasi perpajakan
- Administrasi Jaringan Komputer
- Manajemen Operasi Bisnis Digital
- Teknik Manufaktur Mesin
- Teknik Beton dan Pengaspalan
2. Politeknik Negeri Madiun
- Teknik Pembentukan Logam
3. Politeknik Negeri Madura
- Teknik Pengelasan dan Fabrikasi
- Tata Operasi dan Perawatan Mesin Listrik
4. Politeknik Negeri Jakarta
- Teknik Manufaktur Mesin
5. Politeknik Negeri Lampung
- Administrasi perpajakan
- Pengolahan Patiseri
- Teknik Produksi Tanaman Organik
6. Politeknik Negeri Bengkalis
- Teknik Pengelasan dan Fabrikasi
- Teknik Manufaktur Mesin
- Administrasi Jaringan Komputer
7. Politeknik Negeri Padang
- Instalasi dan Pemeliharaan Kabel Bertegangan Rendah
8. Politeknik Negeri Lhokseumawe
- Pengukuran dan Pengambaran Tapak Bangunan Gedung
9. Politeknik Negeri Malang
- Pengembangan Perangkat (Piranti) Lunak Situs
10. Politeknik Negeri Banjarmasin
- Tata Operasi dan Pemeliharaan Prediktif Alat Berat
11. Politeknik Negeri Ujung Pandang
- Teknik Instalasi Listrik
- Teknik Metalurgi
12. Politeknik Negeri Pontianak
- Pemeliharaan Kendaraan Ringan
13. Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
- Teknik Pengelasan dan Fabrikasi
14. Politeknik Kampar
- Teknik Pengolahan Kelapa Sawit
15. Politeknik Sahid
- Layanan Hotel Terapung
16. Politeknik LPP Yogyakarta
- Perawatan Mesin Pengolah Hasil Perkebunan

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
