
Ilustrasi guru honorer. (Istimewa)
JawaPos.com - Pencapaian literasi dan numerasi peserta didik di Indonesia masih tertinggal jauh dibandingkan rata-rata global. Hal ini tercermin dalam hasil Programme for International Student Assesment (PISA) 2022, di mana skor numerasi Indonesia berada di angka 366 dari rata-rata dunia 472.
Hasil Tes Kompetensi Akademik (TKA) 2026 juga menunjukkan kondisi serupa. Rata-rata nilai siswa SMA tergolong rendah, Bahasa Indonesia 55,38; Bahasa Inggris 24,93; Matematika 36,10; Ekonomi 31,68; dan Fisika 37,65.
Koordinator Nasional P2G, Satriwan Salim, menjelaskan endahnya capaian belajar ini berpotensi menurunkan kualitas sumber daya manusia, daya saing, hingga produktivitas tenaga kerja di masa depan, termasuk berdampak pada pertumbuhan ekonomi sebagaimana disoroti Bank Dunia.
"Jangan sampai menuju 2045, anak-anak kita sehat secara fisik, tetapi lemah dalam berpikir dan memahami. Ini akan melahirkan generasi paradoks,” kata Satriwan dalam keterangan tertulis, Minggu (3/5).
P2G meminta pemerintah memprioritaskan pembenahan lima pilar tata kelola guru, melalui peningkatan kompetensi, kesejahteraan, rekrutmen, distribusi, dan perlindungan. Kelima aspek ini dinilai krusial agar kebijakan pendidikan berjalan selaras dan saling mendukung.
Satriwan menegaskan, berbagai program seperti SMA Unggul Garuda, Sekolah Rakyat, renovasi sekolah, hingga Makan Bergizi Gratis tidak akan berdampak optimal tanpa perbaikan mendasar pada kualitas guru dan kemampuan dasar siswa.
“P2G mendorong Presiden Prabowo melalui Kemdikdasmen untuk merestrukturisasi tata kelola guru dari daerah ke pusat, termasuk melalui revisi UU Sisdiknas,” ujarnya.
Menurutnya, sistem pengelolaan guru saat ini masih kompleks, tumpang tindih, dan cenderung diskriminatif. Salah satu contohnya adalah kebijakan PPPK Paruh Waktu berdasarkan Kepmenpan RB No. 16 Tahun 2025.
“Skema PPPK Paruh Waktu melanggar prinsip keadilan dalam UU ASN dan UU Guru dan Dosen. Kami mendesak aturan ini dicabut,” tegasnya.
Kebijakan tersebut dinilai memperlebar kesenjangan di kalangan guru. Bahkan, banyak guru PPPK paruh waktu belum menerima gaji selama berbulan-bulan di berbagai daerah seperti Lombok Tengah, Bandung, Pangandaran, hingga Deli Serdang.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
