
Ilustrasi hukum pada AI. (Pinterest)
JawaPos.com - Pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), ekonomi digital, dan perdagangan global membawa perubahan besar terhadap cara dunia usaha beroperasi. Kemajuan itu juga memunculkan berbagai tantangan hukum baru, mulai dari keamanan siber, perlindungan data pribadi, sengketa bisnis berbasis digital, hingga semakin rumitnya regulasi perdagangan lintas negara.
Perubahan itu membuat kebutuhan akan regulasi yang adaptif dan sumber daya manusia yang memahami keterkaitan antara hukum, teknologi, bisnis, serta dinamika global semakin mendesak. Kepastian hukum dinilai menjadi salah satu faktor penting agar transformasi digital dapat berjalan seiring dengan perkembangan industri.
Hal ini terdapat pada Program Magister Hukum Bisnis (Master of Business Law). Program pascasarjana yang dirancang untuk membekali profesional dan calon pemimpin dengan kompetensi hukum yang relevan dalam menghadapi tantangan bisnis di era digital.
“Kami berharap dapat berkontribusi dalam mencetak generasi profesional yang mampu memahami kompleksitas hubungan antara hukum, bisnis, teknologi, dan dinamika global, sekaligus menghadirkan solusi yang relevan bagi perkembangan industri dan masyarakat,” ujar Shidarta selaku Head of Program Master of Business Law Binus University di Jakarta.
Program itu mengusung konsentrasi pada hukum perdagangan internasional yang dipadukan dengan pembelajaran mengenai Cyber Law, ICT Law, dan Digital Forensics. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa dipersiapkan untuk memahami beragam persoalan hukum yang muncul di tengah perkembangan teknologi, mulai dari transaksi digital, perlindungan data, keamanan siber, perdagangan internasional, hingga penyelesaian sengketa yang melibatkan pemanfaatan teknologi.
Tidak seperti program magister hukum yang umumnya hanya ditujukan bagi lulusan ilmu hukum, program ini membuka kesempatan bagi lulusan berbagai disiplin ilmu. Profesional dari bidang bisnis, teknologi, komunikasi, pemerintahan, maupun sektor lainnya dapat memperdalam pemahaman mengenai aspek hukum yang kini semakin dibutuhkan dalam berbagai bidang pekerjaan.
Baca Juga:Bu Muslimah, Guru Inspiratif dalam Buku Laskar Pelangi Meninggal Dunia, Ini Kata Andrea Hirata
Untuk mengakomodasi kebutuhan para profesional, proses pembelajaran biasanya diselenggarakan melalui skema hybrid learning yang menggabungkan perkuliahan daring dan tatap muka. Selain fleksibel, masa studi selama 18 bulan juga dirancang agar mahasiswa tetap dapat menjalankan aktivitas profesional sembari melanjutkan pendidikan.
Dalam hal ini, diselenggarakan pula talkshow bertajuk Law in the Age of AI and Digital Economy in International Trade yang mempertemukan kalangan akademisi dan praktisi guna membahas berbagai tantangan hukum yang berkembang di era AI dan ekonomi digital.
Berbagai isu strategis menjadi pembahasan dalam forum tersebut. Dari sisi teknologi, para narasumber mengulas perkembangan cyber law, praktik litigasi modern, penyelesaian sengketa bisnis, hingga tantangan hukum yang muncul akibat semakin luasnya pemanfaatan platform digital dan teknologi berbasis AI.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UEFA Nations League: Siapa Paling Kuat?

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022