Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 18 Juli 2026 | 13.42 WIB

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Puji Model Pendidikan Holistik Pesantren, Siap Dukung GIHES 2026 di Jakarta

Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) bersama UNIDA Gontor dan Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG) persiapkan forum pendidikan Islam berskala internasional atau Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026. (Istimewa) - Image

Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) bersama UNIDA Gontor dan Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG) persiapkan forum pendidikan Islam berskala internasional atau Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026. (Istimewa)

JawaPos.com - Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) bersama Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor dan Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG) mempersiapkan forum pendidikan Islam berskala internasional atau Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026.

Rektor UNIDA Gontor Hamid Fahmi Zarkasyi mengatakan, perkembangan pendidikan modern belum sepenuhnya mampu membentuk generasi yang tangguh secara mental dan karakter. Banyak generasi muda mengalami krisis mental, lemahnya kepemimpinan, rendahnya etos kerja, hingga kurangnya orientasi pelayanan kepada Masyarakat.

"GIHES yang digelar di Jakarta pada 5-6 September 2026 sebagai respons terhadap tantangan global dunia pendidikan saat ini,” ujar Hamid Fahmi Zarkasyi dilansir dari Antara.

Forum pendidikan Islam berskala internasional tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Seabad Gontor sekaligus upaya menawarkan konsep pendidikan holistik berbasis pesantren sebagai solusi atas berbagai persoalan generasi muda dunia. Menurut Hamid, konsep pendidikan holistik sebenarnya telah lama dikembangkan di negara-negara Barat.

Konsep tersebut dinilai belum pernah diterapkan secara utuh sebagaimana yang telah berlangsung di lingkungan pesantren. Dia menjelaskan, sistem pendidikan pesantren memungkinkan pembinaan berlangsung selama 24 jam, sehingga tidak hanya menitikberatkan pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kepemimpinan, moral, kedisiplinan, dan keterampilan sosial.

”Kami melihat pendidikan holistik yang sesungguhnya justru telah lama dipraktikkan di pesantren. Santri dididik secara menyeluruh, baik aspek intelektual, mental, spiritual maupun kepemimpinannya,” tandas Hamid Fahmi Zarkasyi.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengapresiasi model pendidikan holistik yang selama ini diterapkan oleh pondok pesantren modern di Indonesia. Hal tersebut disampaikan menjelang kehadirannya sebagai pembicara dalam ajang internasional Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) yang akan digelar pada 5-6 September 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.

Pesantren modern telah berhasil menjadi garda terdepan dalam menyiapkan karakter santri yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kedalaman adab dan budi pekerti. Menurut dia, fondasi karakter ini yang membuat alumni pesantren mampu beradaptasi dan memberikan kontribusi nyata saat terjun ke masyarakat.

”Kami sangat mengapresiasi pendidikan holistik di pesantren modern. Model ini sangat efektif dalam menyiapkan karakter, adab, dan budi pekerti para santri. Dengan bekal tersebut, para alumni memiliki kesiapan mental dan moral yang kuat ketika terjun ke masyarakat untuk menerapkan ilmu yang telah mereka pelajari,” kata Abdul Mu’ti saat bertemu dengan panitia pelaksana GIHES di Jakarta.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore