
Timnas Belanda menjadi salah satu kandidat kuat peraih gelar Piala Dunia 2026. (X.com/@OnsOranje)
JawaPos.com - Pertandingan Timnas Belanda melawan Jepang di fase grup Piala Dunia 2026 menjadi salah satu laga yang paling dinantikan pecinta sepak bola. Pertemuan ini mengingatkan kembali pada Piala Dunia 2010 ketika kedua tim berada dalam grup yang sama dan Belanda keluar sebagai pemenang berkat gol tunggal Wesley Sneijder.
Saat itu, kemenangan tersebut membantu timnas Belanda melaju ke babak berikutnya. Jepang memang harus mengakui keunggulan Oranje, namun mereka tetap berhasil lolos dari fase grup piala dunia setelah menumbangkan Denmark.
Salah satu momen yang masih dikenang hingga kini adalah tendangan bebas spektakuler Keisuke Honda yang menjadi simbol kebangkitan Samurai Biru pada turnamen piala dunia. Kini, 16 tahun berselang, timnas Belanda dan Jepang kembali dipertemukan di panggung terbesar sepak bola dunia dengan generasi pemain yang jauh berbeda.
Baca Juga:Veda Ega Pratama Ungkap Idola Sejati, Casey Stoner Jadi Inspirasi Menuju Mimpi Besar MotoGP
Kedua tim datang membawa ambisi besar sekaligus gaya bermain yang sama-sama mengedepankan sepak bola menyerang. Belanda diperkirakan akan berusaha mengontrol jalannya pertandingan melalui kualitas lini tengah yang dihuni Frenkie de Jong dan Ryan Gravenberch. Keduanya menjadi motor utama dalam sirkulasi bola dan pembangunan serangan dari area tengah.
Di sisi lain, Tijjani Reijnders diproyeksikan menjalankan peran box-to-box yang memberikan keseimbangan antara menyerang dan bertahan. Dari sektor sayap, kecepatan Denzel Dumfries dan Cody Gakpo akan menjadi senjata utama untuk membongkar pertahanan lawan, sementara Donyell Malen diharapkan mampu menjadi penyelesai akhir yang efektif di lini depan.
Jepang tentu tidak datang hanya untuk bertahan. Tim asuhan Hajime Moriyasu telah menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga:Hanya Ounahi yang Lahir di Maroko, Begini Komposisi Unik Tim Singa Atlas saat Lawan Brasil
Kehadiran Daichi Kamada dan Ao Tanaka membuat lini tengah Jepang memiliki kombinasi kreativitas, mobilitas, dan disiplin yang sangat baik. Serangan Samurai Biru diprediksi akan banyak dibangun dari sisi kanan melalui kerja sama antara Takefusa Kubo dan Ritsu Doan.
Kombinasi kreativitas Kubo serta kecepatan Doan menjadi ancaman serius bagi pertahanan Belanda. Duel di area tersebut diperkirakan menjadi salah satu kunci pertandingan, terutama saat keduanya berhadapan langsung dengan bek cepat Belanda, Micky van de Ven.
Jepang juga datang dengan modal kepercayaan diri tinggi. Dalam beberapa tahun terakhir mereka telah membuktikan diri mampu bersaing dengan tim-tim elite dunia. Kemenangan atas Jerman dan Spanyol di Piala Dunia 2022 menjadi bukti nyata kualitas mereka.

Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026: Green Force Bisa Sapu Bersih Laga!
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Jaga Asa ke Semifinal!
Jadwal Aston Villa vs Indonesia All Stars: Jam Kick-off, Siaran Langsung, dan Daftar Skuad
Hasil Babak Pertama Persebaya vs Port FC: Miguel Pereira Cetak Gol Perdana, Skor Masih 1-1
Prediksi Persebaya Surabaya vs Port FC: Bruno Moreira Dikabarkan Cedera, Bernardo Tavares Buka Peluang Rotasi Pemain
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
