
Pelatih timnas Argentina Lionel Scaloni. (Istimewa)
JawaPos.com - Pelatih timnas Argentina Lionel Scaloni tidak menjadikan high press sebagai identitas utama Albiceleste. Argentina lebih sering tampil dengan organisasi pertahanan yang rapat melalui skema mid block.
Saat kehilangan bola, para pemain timnas Argentina segera membentuk dua lapis pertahanan yang kompak dan menjaga jarak antarlini tetap dekat. Strategi Lionel Scaloni tersebut membuat Argentina sulit ditembus. Lawan memang masih bisa menguasai bola di beberapa fase pertandingan, tetapi sangat kesulitan menemukan ruang berbahaya di area sepertiga akhir lapangan.
Pendekatan ini kembali terlihat sepanjang Kualifikasi Piala Dunia zona Amerika Selatan. Dari 18 pertandingan yang dimainkan, timnas Argentina hanya kebobolan 10 gol.
Catatan tersebut menjadi salah satu bukti kuat bahwa keberhasilan sebuah tim tidak selalu bergantung pada intensitas pressing tinggi. Alih-alih terus mengejar bola di area lawan, Argentina lebih fokus mengontrol ruang.
Ketika lawan mulai kehilangan struktur serangan, barulah para pemain melakukan tekanan secara terukur. Cara bermain seperti ini membuat energi pemain lebih terjaga sepanjang pertandingan.
Keunggulan lain dari sistem Scaloni adalah kemampuan memanfaatkan ruang kosong yang ditinggalkan lawan. Saat berhasil merebut bola, Argentina dapat langsung melancarkan transisi cepat melalui pemain-pemain kreatif dan cepat di lini depan.
Baca Juga:Setelah Rekrut Syahrul Trisna, Arema FC Resmi Pertahankan Adi Satryo dan Gianluca Pandeynuwu
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa sepak bola tidak memiliki satu formula mutlak. High press memang efektif bagi banyak tim, tetapi bukan satu-satunya jalan menuju kesuksesan. Setiap pelatih harus menyesuaikan strategi dengan karakter pemain yang dimiliki.
Scaloni memahami betul kekuatan skuad Argentina. Dia membangun tim yang disiplin, sabar, dan mampu menyerang secara efisien ketika peluang datang. Hasilnya sudah terlihat dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari gelar Copa America hingga Piala Dunia.
Karena itu, anggapan bahwa high press adalah syarat wajib untuk menjadi juara dunia patut dipertanyakan kembali. Argentina memberikan contoh bahwa organisasi pertahanan yang kuat, penguasaan ruang yang baik, serta transisi yang efektif juga bisa menjadi fondasi kesuksesan di level tertinggi sepak bola internasional.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022