
Jarell Quansah absen saat Inggris lawan Norwegia akibat kartu merah. (@jarellquansah/Instagram).
JawaPos.com - Jarell Quansah dipastikan tidak akan memperkuat tim nasional Inggris dalam laga perempat final Piala Dunia 2026 melawan Norwegia setelah dijatuhi sanksi larangan bermain dua pertandingan. Hukuman itu merupakan buntut dari kartu merah yang diterimanya saat Inggris mengalahkan Meksiko 3-2 pada babak 16 besar.
Quansah diusir keluar lapangan pada menit ke-54 usai melakukan tekel tinggi terhadap bek Meksiko, Jesus Gallardo. Insiden itu membuat Inggris harus bermain dengan 10 orang selama 36 menit terakhir pertandingan. Meski dalam kondisi timpang, Inggris mampu mempertahankan keunggulan dan meraih kemenangan penting yang membawa mereka melaju ke perempat final.
Akibat sanksi itu, Quansah tidak hanya absen dalam laga kontra Norwegia di Miami pada Minggu (12/7), tetapi juga berpotensi melewatkan semifinal jika Inggris berhasil melaju ke babak berikutnya. Kondisi itu membuat Inggris saat ini menghadapi krisis pemain di bek kanan, terlebih Reece James masih diragukan tampil karena masih dalam masa pemulihan. James diketahui mengalami cedera hamstring sejak hasil imbang 0-0 melawan Ghana dan hingga saat ini masih menjalani program latihan terpisah dari tim utama.
Sebelumnya, Quansah sempat mengisi posisi bek kanan saat menghadapi Panama, tetapi ia mengalami cedera di babak kedua dan digantikan oleh Djed Spence. Spence kemudian tampil sebagai starter saat melawan Republik Demokratik Kongo, tetapi pertandingan itu ditutup dengan Declan Rice yang dimainkan sebagai bek kanan darurat.
Dalam laga melawan Meksiko, Quansah kembali masuk skuad setelah pulih dari cedera, tetapi harus meninggalkan lapangan lebih awal akibat kartu merah. Situasi itu akhirnya memaksa Ezri Konsa untuk mengisi posisi bek kanan hingga akhir pertandingan. Jika Reece James tidak pulih tepat waktu, Tuchel harus kembali melakukan rotasi dan improvisasi di lini belakang saat menghadapi Norwegia.
Sementara itu, Federasi Sepak Bola Inggris (FA) dikabarkan sempat mempertimbangkan langkah banding. Hal itu menyusul keputusan FIFA yang menangguhkan hukuman satu pertandingan penyerang tim nasional Amerika Serikat Folarin Balogun selama 12 bulan. Keputusan itu diduga muncul setelah adanya intervensi dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump kepada Gianni Infantino.
Sebelumnya, langkah banding yang sama juga dilakukan oleh Prancis. Namun, banding mereka untuk membatalkan kartu kuning Michael Olise saat melawan Paraguay ditolak. Dilansir dari ESPN, situasi itu membuat Thomas Tuchel mempertanyakan konsistensi dan batasan dalam penerapan aturan disiplin oleh FIFA. “Di mana batasnya? Dari mana ini dimulai dan di mana berakhir? Apakah kami bisa membatalkan kartu merah atau tidak? Apa yang sebenarnya terjadi?” ujar Tuchel.
Pelatih berusia 52 tahun itu juga menambahkan bahwa ketidakjelasan aturan berpotensi menimbulkan preseden baru dalam sepak bola internasional. “Apakah kami harus mengajukan banding setiap keputusan kartu? Siapa yang menentukan benar atau tidaknya? Pertanyaan ini belum memiliki jawaban,” tambah Tuchel.

Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Analisis Prediksi Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Kans Besar Three Lions Lolos ke Semifinal!
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Tak Singgung Pengunduran Diri, Ini 6 Poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah Usai Rumahnya Digeledah Polisi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: Tembok Tebal La Roja Bakal Sulitkan Setan Merah!
Rekor 12 Pertemuan Norwegia vs Inggris: Three Lions Superior, Mampukah Erling Haaland Cs Mematahkan Dominasi?
Sepak Bola Indonesia Berduka, Tokoh Suporter Persebaya Surabaya Andie Peci Meninggal Dunia
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
