
Prabowo Subianto saat berpidato di hadapan kadernya di Sentul, Jabar, Senin (17/12)
JawaPos.com - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menilai pergantian kepemimpinan dalam kontestasi politik merupakan sesuatu yang biasa dalam berdemokrasi. Karena itu, dirinya meminta seluruh pihak untuk menyikapi pergantian kepemimpinan dengan sewajarnya.
Semula, Prabowo memaparkan bahwasanya pemerintah belum mampu memberikan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Terlebih pemerintahan masa kini, banyak kasus fitnah dan penyerangan oleh oknum yang tak dikenal.
Misalnya saja, kata dia, kasus Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab, insiden penolakan sampai pembakaran mobil yang dimiliki oleh Neno Warisman. Menurutnya, rentetan kasus ini patut dipertanyakan.
"Apakah itu yang kita inginkan? Demokrasi artinya rakyat berkuasa, rakyat menentukan pemimpinnya. Rakyat bergerak ganti pemimpin. Kalau menghendaki kenapa ribut ganti pemimpin," kata Prabowo dalam orasi politiknya di Sentul Internasional Convention Center (SICC), Jakarta, Senin (17/12).
Mantan Danjen Kopassus itu menyebutkan bahwa kasus-kasus tersebut tidak akan terjadi seandainya pemegang kekuasaan pandai memimpin bangsa. Atas dasar itu, pergantian kepemimpinan dinilainya sangat wajar.
"Kalau pilot pesawat kurang handal kan lebih baik pilotnya diganti kan? Kalau pengemudi taksi salah jalan terus apa ngga lebih baik diganti. Ganti camat bupati biasa," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
