Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 6 Agustus 2023 | 23.15 WIB

Pembakaran Bendera PDIP Dinilai Dapat Memperkeruh Keadaan 

Ilustrasi PDI Perjuangan. - Image

Ilustrasi PDI Perjuangan.

JawaPos.com - Korps Alumni HMI (KAHMI) menyayangkan terjadinya pembakaran bendera PDI Perjuangan. Pembakaran bendera partai politik di tengah panasnya jelang Pemilu 2024 dikhawatirkan akan memperkeruh keadaan. 
 
Pembakaran bendera itu dilakukan sekelompok aktivis HMI yang melakukan unjuk rasa membela dosen dan pengamat politik Rocky Gerung, yang diduga menghina Presiden Joko Widodo. Mereka membakar bendera PDIP saat aksi unjuk rasa di Jalan Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (4/8) lalu.
 
"Tidak elok kalau kita membakar bendera lembaga orang, akan semakin memperkeruh keadaan. Bagaimana perasaan kita kalau bendera HMI dibakar? Nah, begitu pula kader PDIP mereka bisa saja akan bereaksi," kata Sekretaris Umum KAHMI Wilayah Kalimantan Selatan, Fazlur Rahman dalam keterangannya, Minggu (6/8).
 
 
Fazrul menyebut, boleh saja terjadi pro dan kontra terhadap pernyataan Rocky Gerung kepada Presiden Jokowi. Sebab, itu bagian dari demokrasi. Namun, ia menyayangkan tindakan oknum HMI yang menuding pelaporan Rocky oleh PDIP itu.
 
"Salah alamat, mestinya kita memberikan apresiasi karena PDIP menempuh jalur hukum karena negara kita negara hukum. Kalau pakai kekuatan massa pasti situasi akan semakin runyam," ujar Fazlur. 
 
Fazlur mengingatkan di dalam internal PDIP sebenarnya terdapat alumni HMI. Bahkan, kader organisasi kemahasiswaan itu menempati posisi-posisi strategis di pemerintahan.
 
 
"Ini sebagai bukti bahwa alumni HMI itu bisa diterima dan juga bersama-sama PDIP turut bertanggung jawab atas keberlanjutan demokrasi  di dalam negara hukum," ujar Fazlur. 
 
Selain itu, Fazlur menyampaikan apabila belajar dari sejarah, Megawati dan PDIP justru selalu mengandalkan hukum dan konstitusi dalam menangani masalah.
 
"Seperti masalah Kudatuli 27 Juli 1996 dan upaya rezim saat itu membegal PDI, tetapi mereka kuat karena menjadikan hukum sebagai panglima," tegas Fazlur. 
 
 
Oleh karena itu, Fazlur mengajak lebih baik masalah pernyataan Rocky Gerung diserahkan pada mekanisme yang berlaku.
 
"Percayakan sajalah dengan tatanan hukum, jangan justru menambah masalah baru dan mencederai intelektualitas kader, sebab HMI seharusnya selalu menjunjung gerakan berbasis ilmiah dan mengedepankan adab dan etika ketika dihadapkan pada suatu masalah," tegas Fazlur. 
 
 
Sebelumnya, Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat mengatakan, pihaknya berencana melaporkan oknum aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) pembakar bendera partai di Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Jumat (4/8). Para mahasiswa mengecam PDIP lantaran melaporkan aktivis Rocky Gerung ke kepolisian.
 
Bendera partai bagi seluruh partai politik yang ada di Indonesia merupakan simbol yang harus dihormati. Oleh karena itu, kata Djarot, PDIP akan mengambil langkah hukum dengan melaporkan pelaku pembakaran bendera partai ke kepolisian. Ia menegaskan, seharusnya semua pihak mengedepankan etika dalam berpendapat dan berekspresi. 
Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore