
Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan tokoh-tokoh GNB di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/9). Ia menyetujui usulan membentuk tim reformasi kepolisian. (Setpres)
JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan dirinya tidak menyimpan dendam kepada mantan calon presiden (capres) Anies Baswedan yang sempat memberinya nilai 11 dari 100 atas kinerjanya sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) ketika debat Pilpres 2024.
Hal itu disampaikan saat menyampaikan pidato penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (29/9).
“Aku tuh terus terang saja loh, saya tuh enggak dendam sama Anies, enggak. Kalau dikasih nilai 11 saya enggak apa-apa tuh,” kata Prabowo disambut tawa hadirin.
Ia menilai, sindiran tersebut justru memberi efek positif pada elektabilitasnya kala itu.
“Eh bener loh, sebenernya dia yang bantu aku menang karena emak-emak kasian. Iya kan?” ucapnya berkelakar.
Mantan Danjen Kopassus itu juga menilai, dinamika dalam debat pilpres merupakan hal wajar dan justru menambah daya tarik bagi masyarakat. Menurutnya, publik lebih senang melihat perdebatan yang hangat dibanding sekadar paparan datar.
“Saudara-saudara, kalau debat presiden ‘wewewe’ kan enggak menarik, rakyat seneng lihat ramai-ramai, seneng. Bener enggak?” ujar Prabowo.
Dalam kesempatan itu, Prabowo mengingatkan bahwa siapapun yang terpilih sebagai presiden dan wakil presiden, seluruh pihak harus bersatu untuk kepentingan bangsa dan negara. Ia mengajak semua kalangan untuk bersikap dewasa dalam berdemokrasi.
“Kalau mau belajar kalah belajar dari Prabowo Subianto, lima kali pemilihan, empat kali kalah. PKS ikut-ikut lagi,” tuturnya.
Prabowo lalu menyinggung perjalanan panjang dirinya bersama PKS dalam kontestasi politik. Dengan nada bercanda, ia menyebut PKS pernah mendukungnya saat kalah, namun tidak saat dirinya akhirnya menang.
“Dua kali dukung gua, dua kali kalah, yang gua menang lu enggak dukung lagi,” imbuh Prabowo yang kembali disambut gelak tawa peserta Munas PKS.
