
Presiden Prabowo menegaskan Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan untuk atasi stunting dan dorong ekonomi rakyat. (YT Presiden Prabowo)
JawaPos.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk tetap melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG), meskipun di tengah ancaman krisis ekonomi. Menurutnya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) lebih baik dikucurkan demi masyarakat bisa makan, daripada di korupsi oleh segelintir orang tertentu.
“Saya akan bertahan untuk sedapat mungkin. Daripada uang-uang dikorupsi, lebih baik rakyat saya bisa makan,” kata Prabowo dalam diskusi bersama jurnalis dan pakar dalam akun YouTube resminya, dikutip Senin (23/3).
Lebih lanjut, Prabowo membeberkan bahwa realitas di lapangan menunjukkan masih banyak anak-anak Indonesia yang mengalami masalah gizi serius. Ia mengaku kerap menemukan kasus stunting saat berkampanye langsung ke desa-desa.
“Anda enggak lihat anak-anak yang stunting? Saya lihat, saya kampanye sekian kali di desa-desa. Anak umur 11 tahun, badannya seperti anak 4 tahun,” bebernya.
Prabowo menegaskan bahwa program MBG tidak boleh dihentikan hanya karena alasan krisis. Ia meminta seluruh pihak tidak terburu-buru mengambil langkah pemangkasan terhadap program yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.
“Jadi jangan ke arah, oke ada krisis, nanti kita hentikan MBG. Masih banyak cara lain yang kita bisa hemat,” tegasnya.
Ia bahkan mempertaruhkan kepemimpinannya untuk memastikan program tersebut berjalan optimal hingga beberapa tahun ke depan. “Saya pertaruhkan kepemimpinan saya. 2029 kita lihat,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Prabowo mengungkapkan bahwa program MBG telah mendapat perhatian internasional. Ia menyebut telah menerima kunjungan dari lembaga global, salah satunya Rockefeller Institute yang menilai program tersebut sebagai investasi terbaik.
Menurut Prabowo, dari hasil kajian lembaga tersebut menunjukkan setiap USD 1 yang diinvestasikan dalam program MBG dapat memberikan imbal balik hingga 7 hingga 35 dolar dalam jangka panjang.
“This is the best investment. Satu dolar yang kita keluarkan bisa kembali 7 sampai 35 dolar,” ungkapnya.
Selain itu, program tersebut juga mendapat pengakuan dari yang menilai MBG sebagai langkah strategis dalam pembangunan human capital.
Prabowo menegaskan bahwa pemerintah masih memiliki ruang untuk melakukan efisiensi di sektor lain tanpa harus mengorbankan program prioritas seperti MBG.
“Masih banyak penghematan lain yang real yang bisa kita lakukan. Kita sudah exercise di banyak bidang,” pungkasnya.
