
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto usai melepas Kapal Laksamana Malayahati menuju NTT di Cilegon, Banten, Kamis malam (20/8). (Muhamad Ridwan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Sikap pemerintah yang membuka donasi untuk bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) saat kemeriahan acara karnaval mewah peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, menuai sorotan publik. Tindakan tersebut turut menuai kritik yang datang dari PDI Perjuangan.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyoroti sikap pemerintah yang membuka donasi anggaran untuk warga terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurutnya, penanganan bencana semestinya menjadi bagian dari prioritas anggaran negara.
Hasto menilai, pemerintah perlu memiliki kesiapan anggaran yang memadai untuk menghadapi berbagai potensi bencana. Ia menekankan, kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan membuat masyarakat menghadapi risiko bencana yang cukup tinggi.
"Ya, seharusnya alokasi anggaran untuk bencana sosial itu sudah diprioritaskan. Karena kita negara kepulauan dengan potensi bencana yang cukup besar, apalagi kita berada di Ring of Fire," kata Hasto Kristiyanto usai melepas rumah sakit apung Kapal Laksamana Malayahati menuju NTT di Cilegon, Banten, Kamis malam (20/8).
Hasto menjelaksan, ancaman bencana di Indonesia tidak hanya berupa banjir atau bencana yang berkaitan dengan tingginya curah hujan. Kondisi cuaca ekstrem juga dapat memicu bencana kekeringan hingga kebakaran di sejumlah wilayah.
"Dan bencana itu ada bencana basah, ada bencana kering. Kita melihat akibat dampak dari Super El Nino ini juga terjadi banyak kebakaran di berbagai wilayah," ucapnya.
Karena itu, Hasto menegaskan negara seharusnya hadir sejak tahap pencegahan, bukan hanya ketika bencana sudah terjadi. Ia menekankan, pemerintah dinilai perlu memperkuat langkah antisipasi agar dampak bencana terhadap masyarakat dapat ditekan.
Baca Juga:6 Zodiak yang Diprediksi Hoki Besar pada Agustus 2026: Rezeki, Karier, dan Asmara Makin Terbuka
"Maka negara seharusnya turun yang pertama untuk membantu rakyat dengan melakukan antisipasi terhadap berbagai bencana yang biasa terjadi," tegasnya.
Hasto menambahkan, kesiapsiagaan tersebut perlu didukung kebijakan yang terintegrasi, mulai dari penataan ruang hingga pengalokasian anggaran. Menurutnya, dana bantuan sosial dalam APBN semestinya memberikan porsi yang lebih besar untuk menghadapi risiko bencana yang mengancam masyarakat.
"Dan untuk itu, dari sistem tata ruangnya, dari alokasi dana bantuan sosial dalam APBN, harusnya lebih diprioritaskan," pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ketua Komisi II DPR Usulkan Gaji PNS lewat Koperasi Hanya untuk Pegawai Pusat
Tak Hanya Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah
Prediksi Skor Estudiantes vs Flamengo: Panas Menuju Final Copa Libertadores
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante: Granotes Paksa Tuan Rumah Berbagi Poin
Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi Mulai Tahun Ini, Tak Perlu Tunggu 2027
Prediksi Skor Garudayaksa FC vs Arema FC: Singo Edan Kembali ke Jalur Kemenangan
Prediksi Skor Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga: Lini Pertahanan Rapuh Jadi Ancaman Tuan Rumah
KPK Terima Pengembalian Uang Rp 800 Juta dari Hercules Berkaitan Kasus Suap HGB Summarecon
Prediksi Skor Le Mans vs Toulouse: Duel Seru Tim Papan Bawah Demi Lolos Zona Degradasi
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022