Duel Barcelona vs Getafe.
JawaPos.com - Langkah sempurna Barcelona di awal tahun 2025 harus terhenti setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Getafe di Coliseum Alfonso Perez. Hasil ini menjadi kali ketujuh Blaugrana kehilangan poin dalam delapan laga terakhir La Liga, sekaligus menghambat usaha mereka mengejar gelar juara.
Meski mendominasi permainan dan menciptakan banyak peluang, masalah penyelesaian akhir yang menghantui Barca di akhir 2024 kembali muncul, membuat mereka harus rela berbagi poin di laga pembuka La Liga tahun ini.
Pada awalnya Barcelona memulai laga dengan penuh percaya diri, mengontrol penuh penguasaan bola dan menembus lini pertahanan Getafe yang bermain rapat. Dominasi mereka langsung berbuah hasil di awal pertandingan melalui aksi gemilang Pedri.
Pemain muda berbakat ini memberikan umpan terobosan cemerlang kepada Jules Kounde. Meski tembakan awal Kounde ditepis, ia dengan sigap memanfaatkan bola muntah untuk membawa Barca unggul 1-0.
Namun, meski terus menguasai permainan dan menciptakan peluang, efisiensi penyelesaian akhir menjadi masalah besar. Perlahan, Getafe berhasil mengubah tempo permainan dan mulai menyulitkan Barca.
Hasilnya, di menit ke-35, satu-satunya serangan Getafe di babak pertama berujung gol. Carles Alena mengirimkan umpan silang yang disambut Coba da Costa dengan tendangan voli. Meski tembakan tersebut ditepis kiper Inaki Pena, Mauro Arambarri dengan mudah mencetak gol lewat bola rebound untuk menyamakan kedudukan.
Barca mencoba merespons dengan beberapa peluang emas menjelang turun minum, tetapi kembali gagal memanfaatkannya. Skor 1-1 bertahan hingga babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, pelatih Hansi Flick melakukan perubahan dengan memasukkan Frenkie de Jong untuk meningkatkan kreativitas di lini tengah. Barca terus mendominasi penguasaan bola dan bermain di area pertahanan Getafe, mereka kesulitan menciptakan ancaman serius.
Getafe semakin fokus bertahan, memadatkan lini belakang untuk menghalau serangan Barca. Meskipun Flick memasukkan Dani Olmo dan Ferran Torres untuk menyegarkan lini depan, Barcelona tetap gagal memanfaatkan dominasi mereka.
Kesempatan terbaik Barca di babak kedua datang dari aksi Lamine Yamal yang memberikan umpan indah kepada Raphinha. Namun, pemain asal Brasil itu gagal menyelesaikan peluang emas tersebut dengan sempurna.
Di 10 menit terakhir, Getafe menggunakan taktik memperlambat tempo permainan dengan berbagai cara, membuat Barca semakin frustrasi dan kehilangan peluang mencetak gol di momen-momen krusial. Hingga peluit panjang dibunyikan, tak ada gol tambahan yang tercipta, dan pertandingan berakhir dengan skor 1-1.
Getafe kembali menjadi batu sandungan bagi Barcelona. Meskipun mendominasi sepanjang laga, penyelesaian akhir yang buruk dan ketangguhan Getafe dalam bertahan membuat Barca harus puas hanya meraih satu poin. Kekalahan ini menjadi alarm bagi Blaugrana untuk memperbaiki lini serang jika ingin kembali bersaing di jalur juara.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
