Pemain AC Milan Kyle Walker melakukan protes ke wasit di laga melawan Feyenoord di Liga Champions. (Istimewa)
JawaPos.com - AC Milan tersingkir secara menyakitkan dari Liga Champions. Kyle Walker dkk hanya bermain imbang 1-1 melawan Feyenoord di leg kedua play off 16 besar.
Padahal di San Siro AC Milan unggul cepat. Laga baru berjalan 45 detik Santiago Gimenez sudah membawa timnya unggul.
I Rossoneri kemudian mengendalikan permainan sepenuhnya. Titik balik terjadi di awal babak kedua setelah Theo Hernandez mendapat kartu kuning kedua karena diving di kotak penalti lawan.
Bermain dengan 10 orang, Milan kehilangan kendali. Inilah yang dimanfaatkan Feyenoord sampai akhirnya mampu menyamakan kedudukan.
Bagi Kyle Walker, kekurangan pemain di lapangan sangat terasa. Apalagi saat masih 11 vs 11 ia melihat Feyenoord seperti tidak bermain.
“Berdasarkan bagaimana kami mengendalikan pertandingan babak pertama dan awal babak kedua hanya ada satu tim yang bermain di lapangan,” ungkap bek kanan itu kepada Sky Sport Italia.
“Kemudian wasit membuat keputusan itu dan permainan pun seketika berubah,” sambung mantan pemain Manchester City tersebut.
Secara tidak langsung, ia mengakui keluarnya Theo jadi penyebab Il Diavolo Rosso gagal memenangkan pertandingan. Walau demikian dia tidak melihat ada upaya diving dari sang rekan.
Sekilas, Walker menganggap ada sentuhan dari bek Feyenoord. Menurutnya tidak mungkin penggawa timnas Prancis terjatuh begitu saja.
“Theo Hernandez diusir keluar lapangan tapi saya tidak yakin apakah dia berpura-pura. Bagi saya, tidak. Ada kontak di sana, namun saya belum melihatnya lagi di TV,” ia menambahkan.
Di sisi lain, kegagalan AC Milan kali ini membuat mereka mengulang sejarah. Sebab ini kali kedua mereka disingkirkan oleh wakil Belanda.
Pertama kali jawara tujuh kali Eropa disingkirkan klub asal Belanda terjadi 1995 silam. Waktu itu mereka dikalahkan Ajax Amsterdam.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
