
Mikel Arteta. (Photo by Catherine Ivill - AMA)
JawaPos.com – Mikel Arteta mengungkapkan kekecewa karena Arsenal tidak mencetak lebih banyak gol dari tendangan sudut, di mana The Gunners dianggap menjadi tim yang hanya mengandalkan tendangan mati.
Debat tentang apakah ketergantungan bola mati merusak sepak bola modern telah berkecamuk sepanjang minggu ini, dengan manajer Liverpool Arne Slot mengungkapkan bahwa ia sudah tak menikmati menonton beberapa pertandingan Liga Inggris.
Hal ini bukan tanpa alasan, sepanjang 2025/2026 Arsenal telah menjelma menjadi raja tendangan sudut dengan 16 gol berasal dari sana yang membawa mereka memimpin klasemen sementara, termasuk dua gol dalam kemenangan atas Chelsea.
Namun terlepas dari kritik tentang taktik Arsenal dari beberapa pihak mengenai ketergantungan soal bola mati yang dilontarkan Chris Sutton dan Paul Scholes yang mengklaim Arsenal akan menjadi juara Inggris "terburuk" jika mereka berhasil meraihnya, tetapi Arteta tak acuh bahkan ingin mempertahankan taktiknya.
"Saya kecewa karena kami (Arsenal) tidak mencetak lebih banyak gol (dari sepak pojok dan bola mati), dan kami juga kebobolan (dari skema tersebut)," buka pelatih kepala asal Spanyol berusia 43 tahun ini.
"Kami ingin menjadi tim terbaik (dengan memuncaki liga) dan paling dominan dalam setiap aspek permainan, dan itulah arah dan tujuan tim ini, dan sebagai klub, kami ingin menjadi seperti itu. Jadi kami mencoba melakukan itu."
Arteta juga mengakui bahwa sepak bola modern saat ini telah berevolusi dalam beberapa tahun terakhir dan tim-tim harus beradaptasi, terutama karena skema mencetak gol dari sepak pojok maupun bola mati.
"Anda, sebagai lawan atau apa pun, Anda pastinya akan kesal ketika kebobolan gol (melalui bola mati). (Begitupun) saya sangat kesal dengan cara kami kebobolan gol (melalui sepak pojok) melawan Chelsea,” lanjutnya.
"Chelsea, lihat kualitas yang mereka miliki, jumlah gol dari bola mati yang mereka cetak. Ada Manchester United juga. Saya juga pernah di Man City (mengandalkan skema bola mati), saya dulu banyak melatih mereka."
"(Sepak bola saat ini) ada fase dan momen-momen tertentu ketika sebuah tim memiliki kesempatan untuk melakukan hal-hal tertentu (seperti skema bola mati). Permainan ini terus berkembang dan semakin sulit (dibaca).
"Dulu, ketika Anda membuat strategi permainan, Anda hanya akan menyerang melalui bek sayap dan menusuk ke tengah sebagai pemain tambahan di lini tengah (untuk membuka ruang)."
"Sekarang, tim-tim beradaptasi. Tim-tim tahu persis apa yang harus mereka lakukan setelah setiap rangkaian permainan, baik itu lemparan ke dalam, memulai kembali permainan, situasi permainan terbuka, setelah permainan langsung.
"Dan hampir semuanya (strategi tersebut adalah) man-to-man. Jadi ini akan menjadi permainan yang berbeda (di era modern) kecuali kita mengubah aturan (soal bola mati) karena evolusi permainan (sepak bola) memang seperti itu," tutup Arteta.
***
Penulis: Bramasta
Sumber:
https://global.espn.com/football/story/_/id/48089532/mikel-arteta-upset-arsenal-corners-premier-league
Nama Penulis: Bramasta - bramastabramm@gmail.com

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
