Logo JawaPos
Author avatar - Image
26 Maret 2026, 13.35 WIB

Jamie Carragher Nilai Keputusan Mohamed Salah Tinggalkan Liverpool Terlambat Setahun

Mohamed Salah. (Bein Sports) - Image

Mohamed Salah. (Bein Sports)

JawaPos.com–Keputusan Mohamed Salah untuk meninggalkan Liverpool di akhir musim ini terus menuai reaksi, termasuk dari legenda klub Jamie Carragher. Dalam pandangannya, perpisahan ini memang tak terhindarkan namun waktunya dianggap kurang ideal.

Mohamed Salah dipastikan akan mengakhiri kebersamaannya dengan The Reds Liverpool setelah sembilan tahun penuh trofi dan momen ikonik. Dia akan dikenang sebagai salah satu pemain terbaik dalam sejarah klub, terutama berkat kontribusinya dalam era kejayaan di bawah Jurgen Klopp.

Namun menurut Jamie Carragher, momen perpisahan ini seharusnya datang lebih cepat. Melansir Liverpool Echo, dalam kolom terbarunya menyebut, keputusan Salah untuk hengkang sebenarnya terasa sedikit terlambat.

”Waktu pengumuman hari Selasa ini menurut saya sangat tepat dan cerdas. Pasti akan ada anggapan retrospektif bahwa keputusan ini terlambat setahun, dan akan lebih baik bagi semua pihak jika dia memilih untuk berpisah ketika klub memenangkan trofi Liga Primer Mei lalu,” ujar Jamie Carragher.

Komentar tersebut cukup masuk akal jika melihat performa Salah musim ini yang mengalami penurunan signifikan. Setelah tampil luar biasa musim lalu dengan 29 gol di liga, kontribusinya di musim 2025/26 jauh dari kata konsisten.

Perpisahan Emosional

Rencananya, Salah mendapatkan perpisahan di Anfield pada laga kandang terakhir musim ini. Namun, Carragher punya pandangan berbeda. Dia merasa ada skenario yang jauh lebih epik untuk menutup cerita sang bintang.

"Sebagai mantan pemain Liverpool, dia akan segera menganggap tempat di mana namanya terkenal seperti saya sebagai bagian dari keluarga besarnya. Dia akan memahami sudut pandang saya jika atau ketika ada yang mengkritik Liverpool di masa depan,” kata Jamie Carragher.

”Dia juga akan mengerti bahwa meskipun selalu menyedihkan ketika seorang pemain hebat pergi, tidak ada seorang pun yang tak tergantikan. Pahlawan Anfield lainnya selalu muncul. Mengkonfirmasi niatnya sekarang menjamin perpisahan yang emosional dan megah yang pantas diterima oleh pemain sekaliber dirinya, itulah sebabnya sangat penting bahwa baik dia maupun klub tidak mempertimbangkan tawaran apa pun untuknya di jendela transfer Januari,” ungkap Jamie Carragher.

Bagi Carragher, perpisahan terbaik bukan sekadar seremoni melainkan pencapaian besar di atas lapangan. Dia mengaku tidak terlalu tertarik untuk hadir dalam seremoni perpisahan biasa di Anfield. Alasannya? Dia berharap sesuatu yang jauh lebih dramatis.

”Namun, saya punya satu pengakuan terakhir. Meskipun saya akan merayakan kariernya, saya tidak ingin menjadi bagian dari perpisahan besar di Anfield setelah pertandingan terakhir klub di Liga Premier pada bulan Mei. Setiap penggemar Liverpool memiliki sesuatu yang jauh lebih baik dan lebih dramatis dalam pikiran mereka,” papar Jamie Carragher.

”Mengingat pola pikir dan semangat kompetitif Salah, dia akan membidik perpisahan terhebat yang mungkin terjadi seminggu kemudian: menginspirasi timnya untuk meraih kemenangan di final Liga Champions di Budapest. Jangan bertaruh melawan perpisahan yang sempurna,” tandas Jamie Carragher.

Kalau skenario itu benar-benar terjadi, maka perpisahan Salah tidak hanya emosional tapi juga legendaris.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore