
Mohamed Salah. (Bein Sports)
JawaPos.com–Keputusan Mohamed Salah untuk meninggalkan Liverpool di akhir musim ini terus menuai reaksi, termasuk dari legenda klub Jamie Carragher. Dalam pandangannya, perpisahan ini memang tak terhindarkan namun waktunya dianggap kurang ideal.
Mohamed Salah dipastikan akan mengakhiri kebersamaannya dengan The Reds Liverpool setelah sembilan tahun penuh trofi dan momen ikonik. Dia akan dikenang sebagai salah satu pemain terbaik dalam sejarah klub, terutama berkat kontribusinya dalam era kejayaan di bawah Jurgen Klopp.
Namun menurut Jamie Carragher, momen perpisahan ini seharusnya datang lebih cepat. Melansir Liverpool Echo, dalam kolom terbarunya menyebut, keputusan Salah untuk hengkang sebenarnya terasa sedikit terlambat.
”Waktu pengumuman hari Selasa ini menurut saya sangat tepat dan cerdas. Pasti akan ada anggapan retrospektif bahwa keputusan ini terlambat setahun, dan akan lebih baik bagi semua pihak jika dia memilih untuk berpisah ketika klub memenangkan trofi Liga Primer Mei lalu,” ujar Jamie Carragher.
Komentar tersebut cukup masuk akal jika melihat performa Salah musim ini yang mengalami penurunan signifikan. Setelah tampil luar biasa musim lalu dengan 29 gol di liga, kontribusinya di musim 2025/26 jauh dari kata konsisten.
Rencananya, Salah mendapatkan perpisahan di Anfield pada laga kandang terakhir musim ini. Namun, Carragher punya pandangan berbeda. Dia merasa ada skenario yang jauh lebih epik untuk menutup cerita sang bintang.
"Sebagai mantan pemain Liverpool, dia akan segera menganggap tempat di mana namanya terkenal seperti saya sebagai bagian dari keluarga besarnya. Dia akan memahami sudut pandang saya jika atau ketika ada yang mengkritik Liverpool di masa depan,” kata Jamie Carragher.
”Dia juga akan mengerti bahwa meskipun selalu menyedihkan ketika seorang pemain hebat pergi, tidak ada seorang pun yang tak tergantikan. Pahlawan Anfield lainnya selalu muncul. Mengkonfirmasi niatnya sekarang menjamin perpisahan yang emosional dan megah yang pantas diterima oleh pemain sekaliber dirinya, itulah sebabnya sangat penting bahwa baik dia maupun klub tidak mempertimbangkan tawaran apa pun untuknya di jendela transfer Januari,” ungkap Jamie Carragher.
Bagi Carragher, perpisahan terbaik bukan sekadar seremoni melainkan pencapaian besar di atas lapangan. Dia mengaku tidak terlalu tertarik untuk hadir dalam seremoni perpisahan biasa di Anfield. Alasannya? Dia berharap sesuatu yang jauh lebih dramatis.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Prediksi Skor Vietnam vs Malaysia Leg 2 Semifinal AFF 2026: The Golden Star Warriors Menuju Final!
Profil Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 yang Meninggal di Usia Muda
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Ada Andik Vermansah Hingga Leo Lelis, 6 Mantan Pemain Persebaya Memperkuat Tim Promosi
Prediksi Skor Thailand vs Singapura: Gajah Perang Selangkah Lagi ke Final Piala AFF 2026!
Prediksi Skor Slovan Bratislava vs Celje di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
