
Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes. (Dok. Timnas)
JawaPos.com–Kabar baik datang untuk Maarten Paes yang kini membela klub raksasa asal Belanda Ajax Amsterdam. Kiper Timnas Indonesia tersebut berhasil terhindar dari potensi masalah administrasi yang tengah melanda sejumlah pemain Indonesia yang bermain di kompetisi Eredivisie musim 2025/2026.
Belakangan ini, isu terkait status kewarganegaraan pemain keturunan Belanda yang membela sejumlah tim nasional saat menjadi sorotan di Liga Belanda. Sejumlah klub bahkan harus menonaktifkan pemainnya karena terbentur regulasi izin kerja dan status pemain yang termasuk kategori pemain non-Uni Eropa.
Namun, Ajax justru bergerak lebih cepat dan hati-hati dalam menangani situasi yang melibatkan Maarten Paes. Sejak resmi bergabung dengan Ajax pada Februari 2026, Paes memang sempat mengalami keterlambatan debut.
Baca Juga:Tiga Kali Absen Beruntun di Piala Dunia, Timnas Italia Dihantui Krisis dan Masa Depan Suram
Hal tersebut bukan tanpa alasan. Pihak klub memilih untuk menunda penampilan sang kiper demi memastikan seluruh dokumen dan perizinan sudah sesuai dengan regulasi yang berlaku di Belanda.
Langkah ini terbukti tepat, Indonesia dan Belanda tidak mengakui kewarganegaraan ganda. Sehingga pemain yang memilih menjadi warga negara Indonesia otomatis kehilangan status kewarganegaraan Belanda.
Artinya, Paes harus diperlakukan sebagai pemain non-Uni Eropa dan wajib memenuhi berbagai persyaratan administratif. Ajax mengambil keputusan tegas dengan tidak mengambil risiko. Klub segera berkoordinasi dengan federasi serta ahli hukum untuk memastikan status Paes benar-benar aman.
Bahkan, Paes sempat kembali ke Amerika Serikat untuk mengurus visa tinggal sementara agar bisa bekerja secara legal di Belanda. Situasi ini berbeda dengan yang dialami beberapa pemain lain. Kasus bermula dari laporan yang melibatkan Dean James, yang memicu pemeriksaan lebih luas terhadap pemain naturalisasi di Eredivisie.
Akibatnya, sejumlah nama seperti Justin Hubner dan Nathan Tjoe-A-On harus menepi sementara karena status mereka masih dalam proses verifikasi. Regulasi di Liga Belanda memang cukup ketat. Pemain non-Uni Eropa harus memenuhi standar gaji minimum tertentu serta memiliki izin kerja yang sah. Jika tidak, klub bisa terkena sanksi administratif yang merugikan.
Kondisi ini membuat otoritas sepak bola Belanda mulai mendata sejumlah pemain yang berpotensi bermasalah. Setidaknya puluhan pemain kini tengah dalam pengawasan untuk memastikan kelayakan mereka tampil di kompetisi resmi.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
