
Pemain PSG Achraf Hakimi akan jalani sidang kasus dugaan kekerasan seksual di Prancis. (@achrafhakimi/Instagram)
JawaPos.com - Pengadilan banding di Prancis pada Jumat (20/6) mengonfirmasi bahwa pemain Paris Saint-Germain (PSG) dan timnas Maroko Achraf Hakimi akan menjalani persidangan dalam kasus dugaan kekerasan seksual. Keputusan itu memperkuat putusan sebelumnya dari hakim investigasi yang menyatakan adanya cukup bukti untuk membawa perkara itu ke meja hijau.
Bek kanan yang saat ini tengah membela Maroko di ajang Piala Dunia 2026 itu sebelumnya mengajukan banding atas keputusan yang diambil pada Februari. Putusan itu mengikuti rekomendasi jaksa penuntut umum yang meminta agar Achraf Hakimi diadili atas dugaan kekerasan seksual.
Keputusan pengadilan banding Versailles diumumkan kurang dari 24 jam sebelum Maroko menghadapi Skotlandia dalam laga keduanya di Grup C piala dunia. Achraf Hakimi yang dikenal sebagai salah satu bek kanan terbaik dunia dan baru saja meraih gelar Liga Champions kedua secara beruntun bersama PSG, sebelumnya telah membantah seluruh tuduhan dugaan kekerasan seksual yang dialamatkan kepadanya.
Hakimi sebelumnya didakwa pertama kali pada Maret 2023 setelah seorang perempuan berusia 24 tahun mengaku menjadi korban pemerkosaan di kediaman Hakimi di pinggiran Paris. Dalam pernyataan resminya, pengadilan banding menyatakan bahwa hasil penyelidikan dan investigasi yudisial menunjukkan adanya cukup bukti untuk melanjutkan perkara ke tahap persidangan. Oleh sebab itu, Hakimi diperintahkan untuk menghadapi dakwaan resmi terkait kasus yang menimpanya.
Kuasa hukum pelapor Rachel-Flore Pardo menyebut putusan itu sebagai bentuk keadilan bagi kliennya setelah lebih dari tiga tahun proses hukum berjalan. “Klien saya akhirnya merasa didengar oleh sistem peradilan dan kasusnya akan diproses di pengadilan,” ujar Pardo dikutip dari ESPN.
Pardo juga berharap persidangan itu dapat membantu korban lain serta mengurangi budaya penyangkalan dan impunitas terhadap kekerasan seksual, termasuk di dunia sepak bola pria.
Baca Juga:Roberto De Zerbi Boyong Jan Paul van Hecke dari Brighton, Tottenham Rela Tebus Rp 1,2 Triliun
Sementara itu, Hakimi melalui unggahan di platform X (dulu Twitter) menyatakan bahwa kasus itu tidak akan pernah muncul jika dirinya bukan sosok terkenal. Hakimi mengaku merasa menjadi target empuk akibat statusnya sebagai figur publik.
“Pengadilan pernah mengatakan kepada saya, ‘Jika Anda bukan orang terkenal, kasus ini tidak akan pernah ada,’” tulis Hakimi.
Hakimi menambahkan bahwa selama ini memilih diam, bersabar, dan mempercayai proses hukum demi mendapatkan keputusan yang adil. Hakimi juga menegaskan bahwa kasus itu tidak hanya berdampak pada dirinya, tetapi juga keluarga dan kebenaran itu sendiri.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022