
Bagas Kahfa dan Bagus Kahfi dikabarkan sudah diikat PSIS dengan beasiswa sampai selesai kuliah.
JawaPos.com - Prestasi Timnas U-16 meraih juara Piala AFF U-16 2018 kontan membuat para pemainnya jadi incaran klub-klub lokal. Sejumlah klub kepincut dengan aksi-aksi menawan yang ditunjukkan skuad asuhan Fakhri Husaini tersebut.
Di antara tim-tim yang sudah bergerak adalah Persebaya Surabaya dan PSIS Semarang. Persebaya mengincar gelandang Brylian Aldama untuk gabung ke tim U-19 di bawah arahan Bejo Sugiantoro. Bahkan tawaran ini diakui Brylian sudah datang sejak Timnas U-16 lolos kualifikasi Piala AFC U-16.
"Saya pribadi sebenarnya ingin. Tetapi, nanti manajemen saya yang akan menindaklanjuti," ungkap Brylian.
Sementara PSIS bahkan sudah bergerak lebih maju. Kabarnya, pemain kembar Amiruddin Bagus Kahfi dan Amiruddin Bagas Kaffa sudah diikat oleh tim Mahesa Jenar. Ikatannya berupa beasiswa penuh sampai selesai kuliah.
"PSIS menyiapkan beasiswa penuh hingga kuliah. Setelah lulus SMA nanti mereka akan kami beri kontrak," ucap manajer PSIS Yoyok Sukawi.
Selain pemain kembar yang jadi bintang Timnas U-16 itu, PSIS juga mengincar bek Kartika Vedhayanto Putra dan kiper Ernandi Ari Suutaryadi. Keduanya juga ditawari 'paket' yang sama oleh manajemen PSIS.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Kuching City vs Tampines di ASEAN Club Championship: The Cats Unggul Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Didik J Rachbini: Putusan MK Ungkap Kebohongan Gibran dan Jokowi
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Meksiko vs Cile: El Tri Bakal Bangkit, La Roja Akhiri Tren Buruk
Gibran Terbukti Tak Punya Ijazah SMA, tapi MK Tidak Berwenang Diskualifikasi dari Wapres

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022