
Klub di Liga 1 2019 akan mengurangi bujet hotel dan kurangi personel kalau jalani laga away jika harga tiket pesawat naik.
JawaPos.com - Lalu, apa solusi dari klub-klub Liga 1 untuk mengantisipasi melonjaknya lagi harga tiket pesawat? Beberapa opsi sudah mereka persiapkan. Salah satunya, mengurangi jumlah personel yang akan diboyong untuk laga away.
Hal itu sudah biasa dilakukan oleh tim-tim Liga 1. Musim lalu Borneo FC dan PSMS Medan hanya membawa 16 pemain ketika bertandang ke markas Perseru Serui. Artinya, mereka hanya membawa lima pemain cadangan. Padahal, berdasar regulasi, tujuh pemain harus berada di bangku cadangan.
Apabila tidak ada perubahan ongkos tiket pesawat, tampaknya hal serupa akan dilakukan oleh Semen Padang dalam laga away. Terutama saat tim itu menjalani tur panjang ke Perseru Serui atau Persipura Jayapura.
"Bisa saja kami tidak membawa semua pemain. Misalnya, beberapa pemain cadangan tidak kami berangkatkan," kata Manajer Semen Padang Win Bernadino. "Saya sih berharap (harga, Red) tiket bisa kembali normal," ujarnya.
Komentar yang berbeda disampaikan oleh General Manager PSIS Wahyu Winarto. Dia memilih tetap memberangkatkan tim sesuai dengan kebutuhan dan regulasi. Solusinya, pihaknya harus menekan pos pengeluaran lain.
"Kami tidak mau menyalahi regulasi. Mungkin solusinya bisa itung-itungan dari pengeluaran yang lain. Misal, untuk hotel yang tadinya berbintang lima, mungkin kami bisa mencari yang di bawah itu," ucap pria yang kerap disapa Mas Liluk tersebut.
Hal serupa dilakukan oleh Perseru. Ya, meski berstatus tim yang mengeluarkan bujet paling banyak lantaran laga away-nya selalu jauh, Perseru tetap memilih untuk taat regulasi. "Selama ini, kami selalu berangkat full team. Jadi, line-up 18, ya itu yang kami bawa," kata Sekretaris Perseru Agus Yuwono.
Sementara itu, CEO PSM Makassar Munafri Arifuddin punya ide yang cukup cemerlang. Pria yang kerap disapa Appi tersebut berharap PT LIB mampu menjembatani tim-tim dengan maskapai. "Maksudnya, alangkah lebih baik apabila PT LIB menggaet salah satu maskapai sebagai sponsor. Tentu itu akan sedikit meringankan tim," saran dia.
"Kalau kami masing-masing klub yang ke maskapai, saya pikir gaungnya akan lebih besar. Contoh, ada penerbangan yang hanya bisa satu maskapai. Nah, kita lihat maskapai apa yang masuk akal bisa mengover seluruh penerbangan. Itu akan kami bicarakan nanti saat kongres," tutur Appi.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
