
Yeyen Tumena ketika mendampingi Simon McMenemy dalam laga persahabatan menghadapi Myanmar 2019 silam. (JawaPos.com)
JawaPos.com - Yeyen Tumena, legenda sepak bola Indonesia yang lahir pada 16 Mei 1976 di Padang, Sumatera Barat, telah menorehkan namanya dalam sejarah sepak bola Tanah Air.
Dikenal sebagai pemain bertahan berbakat, Yeyen Tumena mengukir prestasi sebagai bagian dari skuad Persebaya Surabaya yang meraih gelar juara Liga Indonesia pada 2004. Mari kita sambut perjalanan gemilang Yeyen Tumena dari masa-masa awal hingga meniti karier sebagai pelatih.
Yeyen Tumena terpikat sepak bola sejak usia dini. Bermain di lapangan milik PT. Semen Padang, Yeyen Tumena mendapatkan inspirasi besar dari pemain PSP Padang. Dibimbing oleh Suhatman Imam, seorang pemain PSP, Yeyen Tumena mulai meniti karier sepak bola yang menakjubkan.
Tak lama kemudian, Yeyen Tumena menjadi bagian dari program Primavera bersama pemain berbakat lainnya. Pengalamannya di Italia bersama tim PSSI Primavera dan pelatih seperti Romano Matte dan Tord Grip menjadi landasan penting dalam pembentukan kariernya.
Setelah kembali dari Italia, Yeyen Tumena bergabung dengan PSM Makassar pada 1995. Dia membuktikan kualitasnya sebagai bek tangguh dan menjadi elemen kunci dalam kesuksesan PSM meraih gelar juara Liga Indonesia pada musim 1999/2000.
Perjalanan Yeyen Tumena melintasi beberapa klub seperti Persikota Tangerang, Perseden Denpasar, dan PSMS Medan. Namun, puncaknya terjadi saat dia memperkuat Persebaya Surabaya di bawah asuhan Jacksen Tiago, di mana Yeyen dan rekan-rekannya berhasil mengangkat trofi juara Liga Indonesia pada 2004.
Musim 2004 menjadi momen puncak karier Yeyen Tumena ketika bersama Persebaya Surabaya. Bertindak sebagai bek yang tangguh, Yeyen Tumena bersama tim berhasil menaklukkan kompetisi Liga Indonesia dan menyegel gelar juara. Keberhasilan ini membawa kebanggaan bagi suporter dan menjadi kenangan abadi dalam sejarah Persebaya Surabaya.
Yeyen Tumena juga ikut andil memperkuat timnas Indonesia, membela Garuda dalam beberapa pertandingan, termasuk Piala Asia 1996. Meskipun cederanya mempengaruhi kemajuannya, jejaknya di level internasional tetap menjadi bagian berharga dalam sejarah sepak bola Indonesia.
Perjalanan karier Yeyen Tumena bukannya lancar-lancar saja, pada tanggal 10 Desember 1996, Yeyen Tumena mengalami cedera serius dalam pertandingan Piala Asia melawan Uni Emirat Arab. Meskipun mengalami penurunan dalam kariernya setelah itu, dedikasinya terhadap sepak bola tetap terjaga.
Setelah gantung sepatu pada 2008, Yeyen tidak berhenti di situ. Dia beralih profesi menjadi pelatih, menciptakan dampak positif di dunia sepak bola Indonesia. Dengan menjadi pelatih sementara timnas Indonesia pada 2019, Yeyen menunjukkan dedikasi luar biasa terhadap perkembangan sepak bola Tanah Air.
Yeyen Tumena juga aktif terlibat dalam pengembangan sepak bola Indonesia melalui peranannya sebagai Direktur Teknik Bhayangkara FC dan dalam berbagai kapasitas sebagai pelatih di tingkat nasional, termasuk timnas Indonesia U-22. Kemampuannya dalam menganalisis performa pemain dan dedikasinya terhadap pengembangan pemuda menjadi kunci kesuksesan di bidang pelatihan.
Selain di dunia pelatihan, Yeyen aktif sebagai komentator sepak bola di berbagai stasiun televisi. Sebagai Ketua Asosiasi Pelatih Profesional Sepak Bola Indonesia (APPSI), dia juga terlibat dalam advokasi dan pengembangan pelatih lokal, memastikan kesinambungan dan kualitas dalam pendidikan sepak bola di Indonesia.
Yeyen Tumena tidak hanya sukses dalam karier sepak bola, tetapi juga dalam kehidupan pribadinya. Menikah dengan Yenny Retno Thamrin, Yeyen dikaruniai dua anak, Davina Azzahra dan Carissa Kumeirha. Kiprahnya di dunia sepak bola dan kontribusinya sebagai pelatih menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia.
Yeyen Tumena, sosok yang mengukir prestasi gemilang sebagai pemain dan pelatih, tetap menjadi ikon sepak bola Indonesia. Dari Primavera hingga keberhasilannya bersama Persebaya Surabaya, perjalanan Yeyen mencerminkan dedikasi dan semangat yang membawa warna tersendiri dalam perkembangan sepak bola Tanah Air. Sebagai pemimpin dan panutan, Yeyen terus berkontribusi untuk mencetak generasi masa depan sepak bola Indonesia yang lebih berkualitas.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
