
BERJUANG: Andik Vermansah (kiri) tengah berjuang bersama Persiraja Banda Aceh untuk bisa lolos ke Liga 1 Indonesia musim depan. (Instagram Andik Vermansah)
JawaPos.com — Di balik gemerlapnya panggung lapangan, tersembunyi sebuah kisah mengharukan melibatkan peran seorang ibu yang selalu berada di belakang kesuksesan. Namun, ironisnya, Andik Vermansah justru melarang sang ibu untuk menyaksikan langsung pertandingannya di stadion.
Kisah ini mengungkap bagaimana cinta seorang anak terhadap ibunya bisa membuatnya mengambil keputusan yang sulit, demi melindungi hati dan perasaan sang ibu dari potensi terluka.
Andik Vermansah, dengan segala keberhasilannya di lapangan, telah membuktikan bahwa kesuksesan tidak diraih dengan mudah. Perjalanannya di dunia sepak bola, terutama di Malaysia, tidak selalu mulus. Dia pernah mengalami masa-masa sulit, di mana kesempatan bermain menjadi langka baginya.
"Kondisi itu berlangsung cukup lama," ujar Andik Vermansah mengenai kondisinya kala itu dikutip Jawa Pos Koran Edisi 31 Desember 2015.
Namun, di balik semua itu, Andik Vermansah memiliki dukungan yang luar biasa dari keluarganya, terutama dari sang ibu. Dukungan dan motivasi yang diberikan oleh keluarganya, khususnya saat Andik Vermansah akan bertanding, menjadi salah satu kunci kesuksesannya.
Meskipun jauh dari Tanah Air, Andik Vermansah selalu menghubungi orang tuanya sebelum bertanding, dan kata-kata semangat dari mereka selalu memberinya ketenangan.
"Saya selalu menelepon keluarga, terutama bapak dan ibu setiap kali saya mau bertanding," paparnya.
"Apa pun hasilnya nanti, keyakinan yang mereka lontarkan selalu membuat saya tenang," ujar pemain yang sekarang tengah berjibaku di semifinal Liga 2 Indonesia musim ini bersama Persiraja Banda Aceh.
Namun, ada satu larangan dari Andik Vermansah yang membuat kisah ini semakin mengharukan. Andik Vermansah melarang ibunya untuk menonton langsung pertandingannya di stadion. Meskipun mungkin terdengar unik, larangan ini memiliki alasan yang sangat emosional.
"Saya selalu ndak boleh sama Andik buat nonton. Wis, ojo ndelok aku main yo, Bu. Nek sampek ndelok, aku gak sido main (Sudah, jangan nonton aku main ya, Bu. Kalau sampai nonton, aku gak jadi main)," ujar Jumaiyah, Ibu Andik Vermansah menirukan ucapan anaknya.
Andik Vermansah takut melihat ibunya histeris di tribun stadion saat dirinya mengalami cedera atau terkena tekel keras dari lawan. Sepak bola memang merupakan olahraga yang penuh dengan risiko fisik, dan Andik Vermansah tidak ingin melihat ibunya terluka hati karena melihatnya menderita di lapangan.
"Saya masih ingat saat Andik dilanggar pada sebuah pertandingan di Jakarta. Mungkin kalau saya ada di tribun sudah teriak-teriak gak karuan melihat anak saya kesakitan seperti itu,” tutur Jumaiyah merujuk laga saat Andik Vermansah ditekel David Beckham pada 30 November 2011.
Saat itu Andik Vermansah membela Indonesia Selection dan Beckham masih memperkuat Los Angeles Galaxy. "Makanya, saya disuruh duduk manis di hotel," lanjutnya.
Keputusan ini, meskipun sulit bagi Andik Vermansah, adalah bentuk cinta dan perlindungan yang tulus terhadap ibunya. Meskipun sang ibu mungkin kecewa karena tidak bisa menyaksikan langsung pertandingan sang anak, dia memahami bahwa keputusan Andik Vermansah adalah untuk kebaikan mereka berdua.
Pada akhirnya, hubungan antara Andik Vermansah dan ibunya tidak hanya tentang sepak bola. Ini adalah tentang cinta dan pengorbanan seorang anak untuk melindungi hati ibunya. Meskipun Andik Vermansah telah mencapai kesuksesan besar di lapangan, tetapi baginya kesejahteraan dan kebahagiaan ibunya tetap menjadi prioritas utama.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
