
Ketua Umum PSSI Erick Thohir bersama jajaran pimpinan lainnya saat konferensi pers pemecatan Shin Tae-yong di Jakarta, Senin (6/1/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menanggapi santai anggapan telah melakukan blunder karena mendepak Shin Tae-yong dari kursi pelatih Timnas Indonesia. Pasalnya, Garuda saat ini sedang berjuang dalam putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Shin Tae-yong resmi dipecat oleh PSSI. Juru taktik asal Korea Selatan diputus kontraknya dan tak akan menangani Timnas Indonesia lagi pada Senin (6/1).
Keputusan PSSI mendepak Shin Tae-yong terbilang kontroversial. Banyak pihak yang tak setuju, termasuk penggemar Timnas Indonesia. Pasalnya, sang pelatih sudah membawa Garuda bangkit dari keterpurukan dan bahkan terbang tinggi.
Selain itu, keputusan PSSI ini diambil saat Timnas Indonesia tengah berjuang di putaran ketiga Kualifkasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Garuda baru memainkan enam laga grup C sejak September.
Timnas Indonesia masih menyisakan empat pertandingan sisa grup C putaran ketiga. Yakni melawan Australia dan Bahrain pada Maret 2025 mendatang, serta Tiongkok dan Jepang pada Juni 2025.
Banyak yang menilai keputusan PSSI, khususnya Erick Thohir selaku ketua umum, merupakan kesalahan. Warganet merasa pergantian pelatih di tengah kompetisi bisa jadi blunder.
Lantas bagaimana respons Erick Thohir? "Saya rasa hal yang biasa, memang untuk posisi kualifikasi Piala Dunia ini banyak negara-negara mengganti pelatihnya, tinggal dihitung risikonya," katanya dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (6/1).
Menurut Erick Thohir, keputusan PSSI mendepak Shin Tae-yong bukan semata-mata performa dan hasil. Tapi ada dinamika dalam tim, di mana Timnas Indonesia perlu pemimpin yang disepakati oleh para pemain.
Dinamika itu disebut Erick telah terjadi sejak pertandingan Tiongkok vs Timnas Indonesia pada 15 Oktober 2024. Saat itu Garuda menyerah dengan skor 1-2. "Bahkan sebelum pertandingan di China itu sudah terjadi dinamika yang cukup tinggi," katanya.
"Kalau kita hitung-hituung, jika dilakukan saat itu, jarak ke pertandingan berikutnya cukup singkat. Makanya hari ini yang terbaik," imbuh Erick Thohir.
Di satu sisi, Erick Thohir tak menampik keputusan PSSI ini berisiko. Tapi menurutnya lebih baik langkah tersebut dilakukan sekarang daripada nanti-nanti.
"Risiko tentu ada, tetapi lebih baik ambil risiko daripada menyesal di kemudian hari fan kemudian kita mencar figur yang bisa memberi ekstra effort dalam hal komunikasi, taktikal, dan lain-lain," jelas Erick Thohir.
Ketika ditanya apakah kegagalan di Piala AFF 2024 jadi penyebab PSSI mendepak Shin Tae-yong, Erick Thohir tak menampik. Dia mengakui ada evaluasi buntut hasil minor tersebut.
"Semua pertandingan yang kita ikuti pasti ada evaluasinya. Kan kita melihat dari pertandingan Indonesia vs Tiongkok, memang dipikir terlalu ambisius, tetapi tidak, karena kita menghitung angka-angka kemenangannya," katanya.
"Gimana kalau kita waktu itu kalah dari Saudi? Sudah pasti gagal Piala Dunianya. Makanya di 4 pertandingan ini, kita berharap untuk menimba poin," pungkas Erick Thohir.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
