
Bernardo Tavares bisa jadi solusi instan Persebaya Surabaya gacor di Super League 2025/2026. (PSM Makassar)
JawaPos.com—Tekanan dari tribun Gelora Bung Tomo kian menguat setiap pekan. Di tengah performa Persebaya Surabaya yang belum stabil jelang hadapi Arema FC di pekan ke-13 Super League 2025/2026, satu nama kini menjadi perbincangan hangat di kalangan Bonek: Bernardo Tavares.
Sosok asal Portugal itu mendadak jadi harapan baru bagi tim kebanggaan Kota Pahlawan. Sebagian besar suporter menilai Tavares adalah figur ideal untuk mengembalikan karakter Persebaya Surabaya yang berani, disiplin, dan penuh nyali.
Kemenangan besar 5–2 atas Bali United sempat membangkitkan optimisme. Namun dua hasil imbang dan kekalahan dari Persija Jakarta membuat atmosfer ruang ganti kembali suram dan sorotan tertuju pada pelatih Eduardo Perez.
Kritik dari publik datang bertubi-tubi, terutama dari akun fanbase besar seperti @onlinepersebaya. Mereka menilai permainan Persebaya Surabaya belum berkembang dan justru kehilangan roh permainan khas yang dulu begitu dicintai.
“Sudah delapan pertandingan, hanya satu yang meyakinkan,” tulis mereka dengan nada kecewa.
Kalimat itu menjadi potret keresahan Bonek yang sudah lama terpendam di balik euforia tribun. Persebaya Surabaya memang bukan sekadar klub bagi warganya. Di Surabaya, sepak bola adalah soal kebanggaan, gaya bermain, dan semangat pantang menyerah yang selalu jadi identitas Green Force.
Di tengah suasana tidak menentu itu, nama Bernardo Tavares muncul sebagai sosok penyelamat potensial. Dia kini berstatus bebas kontrak setelah berpisah dengan PSM Makassar, dan hal itu membuat peluang Persebaya Surabaya merekrutnya semakin realistis.
Tavares dikenal luas di sepak bola Asia, dengan pengalaman lintas benua selama dua dekade karir. Dia pernah melatih di Portugal, Bahrain, Oman, Tanzania, Maladewa, Makau, India, Finlandia, hingga Indonesia.
Jejak prestasinya pun tidak main-main. Dia membawa New Radiant SC menjuarai liga dan piala di Maladewa musim 2016/2017, lalu mengantar Benfica de Macau meraih gelar juara liga setahun setelahnya.
Namun puncak reputasinya hadir di Makassar. Bersama PSM, Tavares mencatat 55 kemenangan, 44 imbang, dan 30 kekalahan dari 129 laga serta mempersembahkan satu gelar juara Liga 1 yang mengakhiri puasa panjang klub itu.
Keberhasilannya bukan hanya soal hasil, tetapi juga perubahan identitas permainan. Tavares dikenal tegas, detail, dan sangat fokus membangun sistem permainan yang kolektif serta efisien.
Formasi 3-5-2 racikannya memberi keseimbangan antara pressing agresif dan dominasi lini tengah. PSM yang semula mengandalkan individualitas berubah menjadi tim yang solid dan terstruktur di bawah arahannya.
Gaya itu cocok dengan DNA Persebaya Surabaya yang selalu menekankan kerja keras, kecepatan, dan permainan menekan. Bonek rindu melihat timnya tampil dengan keberanian khas Arek Suroboyo, bukan permainan aman yang kehilangan identitas.
Lebih menarik lagi, Tavares punya latar belakang akademis yang kuat. Dia pernah bekerja di akademi Benfica, FC Porto, dan Sporting CP, tiga akademi terbaik di Portugal yang dikenal melahirkan banyak bintang dunia.
Pengalaman itu bisa menjadi modal berharga bagi Persebaya Surabaya yang tengah berusaha memperkuat pembinaan pemain muda. Klub ini sejak lama punya tradisi mencetak talenta, dan Tavares punya bekal untuk menghidupkan kembali sistem itu.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
