Bernardo Tavares saat berkunjung ke markas Barcelona di Spanyol. (Instagram @bernardotavares80)
JawaPos.com — Koleksi empat trofi bergengsi membuat nama Bernardo Tavares kembali mencuat dan menjadi perbincangan hangat, terutama setelah ia disebut sebagai kandidat kuat pelatih baru Persebaya Surabaya. Reputasinya yang teruji di berbagai negara membuat sosok asal Portugal itu langsung menarik perhatian publik sepak bola nasional.
Situasi ini mencuat setelah Persebaya Surabaya resmi berpisah dengan Eduardo Perez pada Sabtu malam usai ditahan Arema FC 1-1 di Stadion Gelora Bung Tomo.
Hasil itu memperpanjang tren minor Green Force yang hanya meraih satu kemenangan dari enam laga terakhir.
Manajemen menyampaikan pemutusan kerja sama tersebut lewat unggahan di akun Instagram resmi klub. “Persebaya hari ini memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan Coach Eduardo Perez,” tulis manajemen Persebaya.
Keputusan tersebut langsung memantik perbincangan luas karena momentum pergantian pelatih dianggap menjadi kesempatan memperbaiki performa tim.
Publik kemudian ramai menyebut nama Bernardo Tavares sebagai sosok paling ideal menggantikan Perez.
Tavares memang sedang menjadi properti panas setelah memutuskan mundur dari PSM Makassar usai pekan ketujuh musim ini.
Keputusan itu diambil setelah pertandingan kontra PSIM Yogyakarta dan membuat banyak klub langsung memasukkan namanya ke daftar incaran.
Tidak kurang dari sepuluh klub Super League disebut coba membuka komunikasi dengan Tavares. Semen Padang bahkan mengakui sudah berbicara langsung dengannya meski akhirnya tidak tercapai kesepakatan.
Klub Kabau Sirah kemudian menunjuk Dejan Antonic sebagai pelatih baru sehingga membuka ruang lebih lebar bagi Persebaya Surabaya untuk bergerak.
Momentum itu membuat rumor kedatangan Tavares ke Surabaya semakin kencang.
Tavares dikenal sebagai pelatih dengan pendekatan modern dan fleksibel yang mampu memaksimalkan kemampuan pemain lokal.
Pengalamannya bertahun-tahun di berbagai liga membuatnya terbiasa menghadapi dinamika tim dengan karakter berbeda.
Ia memiliki nama lengkap Fernando José Bernardo Tavares dan lahir pada 2 Mei 1980 di Proença-a-Nova, Portugal. Dengan usia 45 tahun, ia telah mengantongi lisensi Pro UEFA sebagai sertifikasi tertinggi bagi pelatih profesional.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
