
Wiliam Marcilio (Dok. Persib)
JawaPos.com – Persebaya Surabaya memiliki kesempatan menambah kekuatan mereka jelang dibukanya bursa transfer putaran kedua bulan depan. Pertanyaannya kini, apakah mereka bersedia menerima pemain yang dicap ‘bengal’.
Persebaya memang membutuhkan suntikan darah segar hampir di semua lini. Namun, paling mendesak adalah mencari pelapis ideal Francisco Rivera di sektor gelandang.
Staf pelatih Persebaya memang terbukti lihai ketika Rivera absen, khususnya saat gelandang asal Meksiko itu absen akibat cedera atau hukuman larangan bertanding.
Tapi, Bonek tetap saja cemas apabila mantan pemain Madura United itu tak berada dalam susunan daftar pemain starting eleven. Karena itu, desakan mencari pemain pelapis Rivera sempat menggema sebelumnya.
Nah, jika bicara soal pemain baru, Persebaya sempat dikabarkan bakal merekrut Wiliam Marcilio. Kabar itu sempat mengemuka saat pemain asal Brasil itu bermain bersama Arema FC, meski akhirnya memilih Persib Bandung.
Kini, kesempatan Persebaya menerima Marcilio terbuka lebar, apalagi pemain berkepala plontos itu tak lagi bersama Pangeran Biru. Dia dianggap indisipliner yang membuat kontraknya diputus manajemen Persib, meski dikontrak selama dua tahun.
Marcilio dianggap membuat marah Bojan Hodak, dan insiden itu sepertinya deja vu karena dia pernah melakukannya di Arema FC sebelumnya. Dirinya bahkan diasingkan pelatih Arema saat itu, Ze Gomes, sebelum pindah ke Persib.
Kini, walau Marcilio bisa digaet secara gratis di bursa transfer kedua bulan depan, apakah manajemen Persebaya bersedia menampung si ‘bengal’ untuk melanjutkan karier di Stadion Gelora Bung Tomo.
Netizen sepertinya mulai skeptis terkait masa depan Marcilio di Liga Indonesia. “Problematik,” ujar @flo***
“LOKAL STAR SYNDROM,” ungkap @wah***
“Percayalah pasti dia bakal di rekrut oleh club papan bawah super League,” lanjut @scc***
“Bermasalah dengan 2 klub berbeda, kira-kira masih ada klub yg berminat sama ini pemain?” tulis @dav***
“William ini kalau berada di suporter basis besar menurutku masih kurang cocok karena kalau dia di suporter basis besar dia mainnya individualis terus mungkin cocok di bhayangkara PSBS seperti itu,” tutup @dim***
