
Laga Borneo FC vs Persebaya di Segiri, Samarinda (18/5). (Dok. Borneo FC X)
JawaPos.com — Tiga kelemahan Persebaya Surabaya menjelang duel panas kontra Borneo FC berpotensi membuat pendukung tim tamu tersenyum lebar. Kondisi ini hadir tepat sebelum laga pekan ke-15 Super League 2025/2026 digelar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (20/12/2025) malam.
Persebaya Surabaya menghadapi pertandingan krusial dengan situasi yang jauh dari ideal. Sejumlah faktor nonteknis dan teknis membuat tuan rumah berada dalam tekanan besar sejak sebelum peluit awal dibunyikan.
Kelemahan pertama Persebaya Surabaya terletak pada absennya dua pilar utama sekaligus. Bruno Moreira dan Francisco Rivera dipastikan tidak bisa tampil saat menghadapi Borneo FC.
Bruno Moreira harus menepi akibat akumulasi kartu kuning yang dikoleksinya sepanjang musim ini. Kehilangan winger kiri andalan membuat sisi serangan Persebaya Surabaya berpotensi kehilangan daya dobrak.
Peran Bruno selama ini sangat penting dalam skema menyerang Persebaya Surabaya. Kecepatan, duel satu lawan satu, serta kontribusinya membuka ruang sering menjadi pembeda di laga-laga ketat.
Sebagai pengganti, Persebaya Surabaya diprediksi menurunkan Gali Freitas. Pemain asal Timor Leste itu memang memiliki kecepatan, namun pengalaman dan chemistry-nya belum sepenuhnya menyamai Bruno Moreira.
Kelemahan semakin terasa karena Francisco Rivera juga harus absen. Gelandang kreatif tersebut masih menjalani sanksi kartu merah hingga 21 Desember 2025.
Kartu merah itu diterima Rivera saat Persebaya Surabaya bertandang ke markas Persik Kediri pada 7 November 2025. Sejak saat itu, lini tengah Green Force kerap terlihat kurang dinamis.
Francisco Rivera dikenal sebagai motor serangan Persebaya Surabaya. Kemampuannya mengatur tempo, memberi umpan terobosan, dan menekan lawan sulit tergantikan dalam satu pertandingan penting.
Posisi gelandang serang diprediksi akan dipercayakan kepada Malik Risaldi. Pemain berusia 29 tahun itu sejatinya berposisi utama sebagai sayap kanan.
Musim ini, Malik Risaldi mencatat 13 penampilan dengan torehan satu assist dan 678 menit bermain. Adaptasi di posisi gelandang serang jelas menjadi tantangan tersendiri saat menghadapi tekanan Borneo FC.
Kelemahan kedua Persebaya Surabaya muncul dari sisi kepelatihan. Tim kebanggaan Surabaya itu belum memiliki pelatih kepala sejak ditinggal Edu Perez pada 22 November 2025.
Untuk sementara, Persebaya Surabaya menunjuk Uston Nawawi sebagai caretaker. Namun situasi menjadi semakin rumit karena Uston Nawawi juga harus absen di laga kontra Borneo FC.
Pelatih berusia 48 tahun itu terkena akumulasi kartu kuning. Akibatnya, Persebaya Surabaya akan bermain tanpa kehadiran sosok pelatih utama di pinggir lapangan.
Sebagai pengganti, tugas mendampingi tim akan diemban oleh Shin Sang-Gyu. Pelatih fisik asal Korea Selatan itu akan berdiri di pinggir lapangan saat laga berlangsung.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
