
LOYALITAS TANPA BATAS: Armand (lima dari kiri) dan anggota Bonek Spesialis Luar Pulau naik kapal laut untuk mendukung Persebaya melawan Borneo FC. (Dok. Armand)
JawaPos.com - Persebaya Surabaya tidak pernah kehabisan dukungan. Termasuk ketika harus menjalani laga tandang ke lokasi yang jauh. Ada Bonek yang khusus berangkat pada laga-laga away.
Ketika tiba di Samarinda, Armand langsung kepikiran bagaimana caranya dia bisa mendapat tiket pulang ke Surabaya. Tak heran jika pria asal Surabaya itu bingung. Sebab, dia berangkat away ke Samarinda pada momen mudik Lebaran. Mau tidak mau, dia harus berebut tiket dengan para pemudik.
“Sebenarnya, mencari tiket berangkat sih gampang. Yang susah justru mencari tiket pulang,” kata Armand saat dihubungi Jawa Pos. Namun, kekhawatiran itu tidak berlangsung lama. Sebab, Armand sudah mengantongi tiket pulang.
“Alhamdulillah kami dibantu oleh teman-teman Bonek di Samarinda untuk mendapat tiket pulang,” ujarnya. Armand tergabung dalam satu komunitas: Bonek Spesialis Luar Pulau. Kebetulan, Armand berstatus sebagai koordinator lapangan (korlap). Bersama 20 orang lainnya, dia bertolak dari Tanjung Perak pada Rabu (4/3) subuh. Kemudian mereka berlabuh di Samarinda pada Kamis (5/3) malam.
“Kelompok kami ini memang selalu berangkat saat Persebaya bermain di seluruh Indonesia. Walaupun namanya Bonek Spesialis Luar Pulau, kami juga berangkat setiap away ke lokasi mana pun. Tidak hanya di luar pulau,” beber Armand.
“Setiap akan away, kelompoknya membuat grup WhatsApp baru. Mereka memasukkan anggota yang akan berangkat.”
“Biasanya jumlah yang ikut away bervariasi. Kebetulan yang ke Samarinda ini ada 20 orang,” katanya.
Sebelum away, mereka menentukan tanggal keberangkatan. Setelah itu, para anggota membeli tiket secara mandiri.
“Jadi, semua membeli tiket sendiri-sendiri. Uang tidak dikumpulkan pada satu orang. Kami janjian di pelabuhan, baru berangkat bersama,” beber Armand. Setiap away, kocek yang dirogoh cukup lumayan. “Rata-rata habis Rp 1 juta sekali away,” tambahnya.
Armand menyebut kelompoknya sudah menjalani away sejak 2017. “Dari ujung Sumatera sampai Papua, semua sudah pernah kami kunjungi,” katanya. Meski jauh dari Surabaya, mereka tidak pernah kesulitan di tanah orang. Sebab, pada setiap away selalu ada Bonek “lokal” yang menyambut.
“Seperti di Samarinda. Kami disambut oleh Bonek asal Surabaya yang tinggal di Kalimantan Timur. Kami juga diminta menginap di rumah beberapa rekan. Makanya kami tidak pernah bingung soal penginapan,” beber Armand.
Karena Bonek “lokal” pula, mereka tidak pernah kesulitan mencari tiket pertandingan. “Kami kadang membeli tiket secara online. Kalau tidak dapat, kadang dibantu oleh teman-teman supporter lokal,” katanya.
Lantas, apakah mereka tidak takut dengan aturan larangan away yang masih berlaku?
Armand menyebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan supporter tim lawan. “Kami sudah sepakat dengan supporter lawan bahwa kami akan masuk ke tribun tanpa memakai atribut sama sekali. Kami sebenarnya membawa bendera dan lain-lain. Namun saat di tribun, semuanya kami tinggal,” ungkap Armand.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Pemerintah Bakal Menata Guru, PGRI Sebut Ada Harapan Baru bagi Pendidikan Indonesia
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Ipswich vs Sunderland: The Black Cats Berpeluang Curi Poin di Portman Road
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Ribuan Ojol Hadiri Kopdar Kebangsaan Jaga Jakarta, Ada Perpanjangan SIM Gratis
