
Kapten Persebaya Bruno Moreira dihadang tiga pemain Borneo FC. (Istimewa)
JawaPos.com–Kekalahan Persebaya Surabaya 5-1 dari Borneo FC terasa sangat menyesakkan. Bagaimana tidak, target mengakhiri kutukan tak pernah menang di Stadion Segiri malah berujung nestapa bagi Bruno Moreira CS.
Persebaya bermain buruk dalam pertandingan tersebut, karena tuan rumah Borneo FC dengan leluasa mengobrak-abrik pertahanan tim tamu. Secara statistik yang dirilis Liga 1 Match, Green Force memang kalah segalanya.
Dari aspek ball possesion, Borneo FC unggul jauh atas Persebaya, yaitu 67 persen berbanding 33 persen. Hal ini menjadi bukti kuat bahwa tim asuhan Bernardo Tavares tak berkutik dalam penguasaan bola.
Baca Juga:Kericuhan Warnai Derby Celtic vs Rangers di Piala Skotlandia, Polisi Sebut Ulah Suporter Memalukan
Lebih parah lagi dari segi jumlah tembakan. Tim Pesut Etam membombardir pertahanan Green Force dengan 19 tembakan, 10 di antaranya mengarah ke gawang! Dan lima diantaranya berbuah gol.
Sedangkan Persebaya mencatatkan 10 tembakan, namun hanya empat tembakan yang mengarah ke gawang, satu di antaranya berbuah gol dari Leo Lelis. Dari situ terlihat bahwa efektivitas serangan Green Force kalah jauh dari tim tuan rumah.
Rendahnya produktivitas gol Persebaya tersebut sebenarnya sudah menjadi firasat buruk bagi coach Bernardo Tavares karena sebelum pertandingan dan juga beberapa waktu sebelumnya, dia selalu mengeluhkan finishing barisan penyerang.
Baca Juga:Marcos Santos Akui Awal Laga Jadi Masalah, Arema FC Siap Evaluasi Usai Kalah dari Bali United
Firasat buruk itupun akhirnya terjadi saat menghadapi Borneo. Andaikan finishing para penggawa Persebaya lebih mumpuni, dimana empat tembakan ke gawang itu berbuah gol semua, mereka bisa saja tidak sampai kalah telak.
”Kami juga punya beberapa peluang, tetapi hanya mampu mencetak satu gol. Sekarang kami harus melihat kembali pertandingan ini dan menganalisis apa yang sebenarnya terjadi,” ujar Tavares seperti dikutip dari laman resmi klub.
Meski begitu, pelatih asal Portugal tetap respek kepada para pemain asuhannya, karena dia menganggap mereka sudah berusaha menerapkan game plan sesuai arahan.
”Kami sudah menganalisis lawan, menunjukkan video kepada pemain, dan melakukan latihan untuk mempersiapkan pertandingan ini. Namun hari ini kami tidak mampu menunjukkan performa terbaik,” sambung Bernardo Tavares.
Kini, pasca kekalahan menyakitkan tersebut, Tavares bertekad membawa tim asuhannya bangkit saat menjamu Persita Tangerang pada Sabtu (4/4) setelah jeda kompetisi selama tiga pekan. Jeda yang cukup panjang ini bisa menjadi kesempatan untuk bangkit dari keterpurukan.
”Ketika kami tertinggal, kami punya dua pilihan, menyerah atau terus mencoba. Kami memilih untuk tetap menyerang. Tetapi ketika kami membuka ruang, Borneo kembali mencetak gol,” tegas Bernardo Tavares.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
