Rizki Ridho dan Elkan Baggot saat latihan di lapangan. (Instagram/@rizkyridhoramadhani)
JawaPos.com – Pelatih timnas Indonesia John Herdman dikenal sebagai pelatih yang suka gonta-ganti formasi. Perubahan skema itu tergantung lawan yang dihadapinya.
Namun, berdasarkan data Transfermarkt, di klub terakhirnya yaitu Toronto FC ada satu formasi yang paling sering digunakan pelatih 50 tahun itu. Skema 3-4-2-1 jadi formasi paling banyak digunakan Herdman.
Selain 3-4-2-1, ada tiga formasi lain yang pernah dipakai Herdman pada periode di Toronto FC. Yaitu 3-4-3, 3-5-2, serta 4-4-2.
Skema 3-4-2-1 dipakai Herdman sebanyak 37 kali. Dalam formasi itu, Toronto FC dan Herdman tercatat menang 16 kali. Kemudian masih dalam formasi yang sama, Herdman tercatat imbang empat kali. Lantas dengan 3-4-2-1, Herdman kalah 17 kali.
Formasi 3-4-3 digunakan Herdman di Toronto FC sebanyak lima kali. Dengan skema itu, Herdman meraih sekali menang serta empat kali kalah.
Lantas formasi 3-5-2 juga pernah diujikan Herdman ketika di Toronto FC. Sayangnya dalam skema 3-5-2, tidak sekalipun Herdman meraih victory. Justru dalam formasi 3-5-2, Herdman selalu mengalami kekalahan.
Formasi terakhir yang pernah dipakai Herdman di Toronto FC adalah 4-4-2. Skema 4-4-2 tercatat pernah sekali dipakai Herdman dan hasilnya adalah kalah.
Dikutip dari Antara, Herdman ingin memberikan perbaikan dalam skema permainan Indonesia. Meski menurutnya, di era dua pelatih timnas sebelumnya yaitu Shin Tae-yong serta Patrick Kluivert ada beberapa pondasi yang sudah diletakkan.
“Dari apa yang saya lihat di Indonesia, orang-orangnya pekerja keras, ada semangat artistik, dan ada kekeluargaan, ada kebersamaan,” ujar Herdman.
STY (akronim Shin Tae-yong) menurut Herdman meletakkan sistem pertahanan yang bagus di timnas Indonesia. Lalu Kluivert menambahkan gaya bermain yang ekspansif.
“Dalam sepak bola internasional saat ini, Anda harus lebih mudah beradaptasi. Baik sebelum pertandingan, selama pertandingan, maupun di antara pertandingan. Jadi, Anda akan melihat elemen tersebut dalam sepak bola,” ucap Herdman.
“Saya rasa, jika melihat versi Indonesia sebelumnya, ada banyak hal yang saya sukai. Kemampuan bertahan tim, kemampuan mereka untuk tetap kompak, kuat, dan solid,” lanjutnya.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
