
Para pemain Timnas Indonesia saat sesi latihan jelang FIFA Series 2026 di Jakarta, Kamis (26/3/2026). Timnas Indonesia akan menghadapi St. Kitts and Nevis. Jika berhasil menang, Indonesia berpotensi bertemu Bulgaria atau Kepulauan Solomon di partai final. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com – Era baru Tim Nasional Indonesia dimulai. Pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman, tidak hanya ingin memberikan semangat baru, tetapi juga level dan identitas baru. Perubahan itu akan mulai diperlihatkan kepada publik saat Timnas Indonesia berhadapan dengan Saint Kitts and Nevis dalam ajang FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, malam ini pukul 20.00 WIB (siaran langsung Indosiar).
Bagi Herdman, pertandingan malam ini menjadi titik awal transformasi permainan Indonesia. Mantan pelatih Timnas Kanada itu mencoba menggeser wajah tim dari yang selama ini dikenal solid dalam bertahan menjadi lebih fleksibel dan dinamis saat menyerang.
Dalam analisisnya, pelatih asal Inggris itu melihat pondasi Timnas Indonesia sebenarnya sudah cukup kuat, terutama dalam aspek pertahanan dan kekompakan tim. Namun, untuk bersaing di level internasional, hal itu saja belum cukup.
“Banyak hal yang saya sukai, terutama kemampuan bertahan dan kekompakan tim. Namun, kami harus meningkatkan transisi menyerang dan organisasi serangan agar lebih dinamis dan langsung,” ujarnya dalam sesi konferensi pers jelang laga kemarin (26/3).
Masih Mudah Terbaca Lawan
Masalah utama yang coba dibenahi Herdman adalah soal adaptabilitas. Dalam beberapa laga sebelumnya, permainan Indonesia dinilai masih mudah terbaca lawan. Pola serangan yang monoton membuat tim kesulitan saat menghadapi tekanan tinggi.
Karena itu, Herdman menekankan pentingnya fleksibilitas taktik. Tim harus mampu beradaptasi, baik sebelum pertandingan maupun di tengah laga berjalan. Meski membawa ide baru, Herdman tetap berdiri di atas pondasi lama. Ia mengakui kontribusi Shin Tae-yong yang membangun struktur pertahanan kokoh serta Patrick Kluivert yang mulai memperkenalkan pendekatan menyerang.
Pelatih 50 tahun itu juga berusaha mengoptimalkan potensi yang ada. “Secara keseluruhan, saya ingin memaksimalkan potensi pemain seperti Elkan Baggott, Jay Idzes, Calvin Verdonk, dan lainnya. Kemudian, menyesuaikan gaya bermain dengan kekuatan mereka,” ungkap mantan pelatih FC Toronto tersebut.
Target Lolos Piala Dunia 2030
Dalam pertandingan hari ini, Herdman menyadari bahwa para suporter dan masyarakat Indonesia ingin skuad Garuda mengalahkan Saint Kitts and Nevis. Menurutnya, memenangi pertandingan memang penting, tetapi berproses juga tidak kalah penting.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Tak Singgung Pengunduran Diri, Ini 6 Poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah Usai Rumahnya Digeledah Polisi
Prediksi Skor Prancis vs Maroko: Bandar Taruhan Klaim Les Bleus Menang 90 Menit, Opta Beri Peluang Pasti 60,9 Persen
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
