
Polemik paspor pemain Timnas Indonesia memicu kontroversi besar di sepak bola Belanda. (Go Ahead Eagles)
JawaPos.com — Langkah pemain diaspora menerima paspor Indonesia justru menuai sorotan tajam dari pengamat Belanda. Bahkan, mereka disebut bertindak tanpa perhitungan matang yang bisa berdampak panjang pada karier profesional.
Pengamat sepak bola asal Belanda, Tijmen van Wissing, melontarkan kritik keras terhadap fenomena naturalisasi pemain keturunan untuk memperkuat Timnas Indonesia.
Ia menilai keputusan sejumlah pemain menerima paspor WNI terlalu gegabah dan berpotensi merugikan diri sendiri.
Langkah agresif PSSI dalam menaturalisasi pemain memang membawa dampak positif bagi performa Timnas Indonesia. Namun di sisi lain, kebijakan ini mulai memunculkan persoalan serius, terutama terkait regulasi di kompetisi Eropa.
Masalah mencuat di Eredivisie, liga kasta tertinggi Belanda yang memiliki aturan ketat untuk pemain non-Uni Eropa.
Status kewarganegaraan baru para pemain diaspora membuat mereka tidak lagi dihitung sebagai pemain lokal atau Uni Eropa.
Kasus terbaru melibatkan Dean James yang menjadi sorotan usai tampil bersama Go Ahead Eagles. Penampilannya dipermasalahkan oleh NAC Breda yang kalah telak 0-6 dan mengajukan protes resmi.
NAC Breda menilai Dean James tidak memenuhi syarat sebagai pemain lokal karena telah berstatus WNI. Hal ini memicu tuntutan agar pertandingan tersebut diulang karena dianggap melanggar regulasi.
Masalah serupa juga menimpa Nathan Tjoe-A-On saat membela Willem II. Klub TOP Oss bahkan ikut mengajukan keberatan setelah kalah 1-3 dalam laga yang turut melibatkan pemain tersebut.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
